HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pusri berikan beasiswa program "anak petani jadi sarjana"

05 Maret 2014
pic649079C675926D9924F0C49E774740DA.gif

Palembang (ANTARA Sumsel) - PT Pupuk Sriwijaya memberikan beasiswa program "anak petani jadi sarjana" kepada 10 orang mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya di Palembang, Rabu.

"Pemberian beasiswa ini sebagai wujud kepedulian PT Pusri terhadap peningkatan Sumber Daya Manusia di Indonesia. Kali ini dipilih 10 orang anak petani yang kurang mampu karena mereka yang selama ini menjadi mitra perusahaan dalam penggunaan pupuk urea," kata Direktur Utama PT Pusri Musthofa dalam acara penyerahan beasiswa secara simbolis.

Penyerahan bantuan biaya pendidikan itu turut disaksikan Rektor Universitas Sriwijaya Badiah Parizade, Direktur Produksi PT Pusri Djohan Safri, dan Direktur Teknik dan Pengembangan PT Pusri Benny Haryoso.

Musthofa mengharapkan bantuan ini digunakan sebaik-baiknya dalam menunjang proses pendidikan hingga meraih gelar strata satu.

Adapun ke-10 mahasiswa itu, ke-10 mahasiswa penerima yakni Eko Prayitno (OKI), Makmun Rosidi (OKU Timur), Muklis Hardiansyah (Bengkulu), Ota Handani (Banyuasin), Sampurna Wijaya (Banyuasin), Soleha (OKI), Peli Dorry (Prabumulih), Rudi Prayogo (Tanggamus), M Bilal (Banyuasin), dan Devi Safitria (Lampung Barat).

"Setelah lulus nanti, para mahasiswa terpilih ini diharapkan mampu berkontribusi bagi masyarakat banyak atau setidaknya bagi tanah kelahiran sendiri," ujarnya.

Sementara itu, Rektor Unsri Badiah Parizade memberikan apresiasi kepada PT Pusri atas kepeduliannya terhadap biaya pendidikan para mahasiswa yang tidak mampu.

Unsri sendiri saat ini telah menerima penyaluran beasiswa dari berbagai instansi pemerintah dan swasta dalam beberapa tahun terakhir.

"Mahasiswa Unsri mayoritas berasal dari kalangan menengah ke bawah, dan diantaranya berasal dari kalangan petani ekonomi lemah. Untuk beasiswa pemerintah Bidikmisi saja, 500 orang dari 650 orang yang terpilih merupakan dari keluarga petani dan buruh," ujarnya.

Sementara, salah seorang penerima beasiswa, Eko Prayitno menyatakan bantuan beasiswa itu sangat meringankan beban keluarganya yang selama ini berkutat dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

"Orangtua di kampung hanya mempunyai sebidang sawah yang terkadang tidak menghasilkan disaat kemarau atau musim banjir. Bantuan dana sebesar 4,2 juta per semester ini sangat membantu karena keluarga terkadang hanya mampu mengirim uang seadanya," kata mahasiswa semester II Fakultas Pertanian Jurusan Agroekoteknologi ini.


Editor: Parni