HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pusri Bangun Pabrik Baru Rp.1,79 Triliun

20 Januari 2012 PALEMBANG - PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang, Sumatra Selatan, menganggarkan dana sebesar Rp 1,79 triliun untuk pembangunan pabrik baru yang mulai dikerjakan tahun ini. Total, perusahaan pelat merah ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,105 triliun untuk belanja modal atau capital expenditure (capex) 2012.

Direktur Utama Pusri Palembang, Eko Sunarko, mengatakan pembangunan pabrik Pusri DB telah mendapatkan rekomendasi dari Dewan Komisaris perseroan. Dana pembangunannya akan diambil dari pembiayaan jangka panjang yang tahap awalnyasudah dialokasikan dalam belanja modal 2012. "Pembangunan Pusri IIB membutuhkan waktu tiga tahun, alokasi pada rencana belanja perusahaan tahun ini merupakan down payment saja," ujar dia, Selasa (17/1).

Sepanjang tahun ini, anak perusahaan PT Pusri (holding) ini menganggarkan rencana belanja hingga Rp 7,010 triliun yang Rp 2,105 triliunnya merupakan belanja modal. Eko menyebutkan belanja modal PT Pusri Palembang mengalami kenaikan yang sangat signifikan dibandingkan tahun lalu. Kenaikannya sekitar 400 persen. Tahun lalu, capex PT Pusri Palembang sebesar Rp 600 miliar.

Eko didampingi Direktur

Teknik dan Pengembangan Benny Haryoso dan Sekretaris Perusahaan Zain Ismed saat memberikan keterangan kepada wartawan. Sedangkan rencana belanja perusahaan yang mencakupcapex dan biaya rutin atau operating expense (opex) sebesar Rp 4,905 triliun.

Capex PT Pusri Palembang terdiri atas investasi rutin Rp 156,4 miliar, investasi pengembangan Rp 1,799 triliun, dan investasi penyertaan sebesar Rp 149,3 miliar. Benny Haryoso menguraikan anggaran penyertaan investasi sebesar Rp 149,3 miliar akan digunakan untuk membiayai penyertaan modal pada pengembangan atau diversifikasi perusahaan.

Diversifikasi mencakupsektor properti, transportasi laut atau shipping lines, dan pembangunan pabrik asam phospat yang bekerja sama dengan perusahaan dari Yordania. Ada pula alokasi untuk pembukaan kuasa pertambangan atau izin usaha pertambangan (IUP) batu bara. "Dana tersebut akan dialokasikan untuk penyertaan mengelola aset PT Pusri Palembang yang banyak tersebar di beberapa daerah, seperti kantor dan wisma atau eks perumahan di Bali," ujar Benny.

PT Pusri Palembang, kata Benny, ingin aset-aset itu dikelola anak perusahaan. Shipping lines akan mengelola kapal-kapal PT Pusri Palembang di bawah satu anak perusahaan.

Maspril Aries