HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pupuk Sriwijaya Berpotensi Rugi Rp 1 Triliun

05 Maret 2009 PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) memperkirakan perusahaan kemungkinan mengalami kerugian akibat selisih kurs pada 2008 sebesar Rp 1 triliun.

"Perkiraannya agak sulit, waktu itu hampir Rp 1 triliun," ujar Direktur Utama PT Pupuk Sriwijaya Dadang S Kodri di kantor Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis 26 Februari 2009. "Nilainya belum jelas sebesar itu, apakah nantinya setelah dihitung masih sebesar itu atau tidak."

Menurut Dadang, nilai rugi selisih kurs tersebut berasal dari anak usaha Pusri. Sedangkan Pusri sebagai induk usaha tidak mengalami kerugian itu.

BUMN pupuk itu memiliki enam anak usaha di antaranya PT Pupuk Kaltim, PT Petro Kimia Gresik, PT Pupuk Kujang Cikampek, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Rekayasa Industri, dan PT Mega Eltra.

Dadang mengatakan, jika perhitungan kerugian atau treatment saat ini bisa dikapitalisasi, keuangan Pusri ke depan tidak akan menemui masalah. "(Potensi rugi) itu kalau treatmentnya sekaligus dilakukan tahun ini," kata dia.