HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pupuk Langka di Riau

08 Agustus 2008 Tenggelamnya kapal MP Damai Lestari bermuatan 11 ribu ton pupuk di Selat Malaka, Jumat (1/3) lalu, memperparah kelangkaan pupuk yang terjadi di Provinsi Riau sejak dua pekan terakhir.

Kelangkaan pupuk khususnya pupuk kimia mengakibatkan harga pupuk di pasaran melonjak hingga mencapai Rp600 ribu per50 Kg.

"Sebelum kapal MP Damai Lestari tenggelam, kelangkaan pupuk khususnya jenis kimia sudah terjadi di Riau. Keterbatasan stok karena kurangnya pasokan membuat harga pupuk di tingkat eceran melonjak hingga Rp600 ribu per 50 kg," kata Distributor Pupuk PT Global Agro Utama, Eka Armas Pailis kepada Media Indonesia di Pekanbaru, Senin (4/8).

Dijelaskannya, saat ini distribusi pupuk kimia seperti NPK, KCL, dan Urea, terkesan tersendat. Pasokan pupuk kimia yang biasanya datang dari PT Pupuk Sriwijaya saat ini jarang diterima oleh distributor. Bahkan, pasokan pupuk yang beredar di Riau, banyak didatangkan dari sejumlah provinsi tetangga seperti Jambi, dan Pelembang.

"Dalam kondisi normal, kita sanggup mendistribusikan pupuk sebanyak 7 ton perhari kepada sejumlah agen di Riau. Namun kini, karena pasokan langka, kita hanya bisa mendistribusikan pupuk organic Agrobost ke daerah-daerah," jelasnya.

Ia menambahkan, tenggelamnya kapal pengangkut pupuk MP Damai Lestari yang mengangkut pupuk sebanyak 11 ribu ton, pastinya akan memberi dampak kepada ketersediaan pasokan pupuk bagi Provinsi Riau. Dengan kondisi kelangkaan pupuk yang sedang terjadi saat ini, Riau dalam beberapa bulan kedepan jelas akan mengalami deficit atau kekurangan stok pupuk.

"Para petani di Riau sekarang sudah mengelauh karena sulitnya mendapatkan pupuk. Jika pun ada, harganya melonjak tajam. Kita sebagai distributor hanya bertugas menyalurkan dan tidak dapat berbuat banyak," ujarnya.

Berdasarkan pantauan Media Indonesia pada sejumlah agen pupuk di pasaran Pekanbaru, harga pupuk memang mengalami peningkatan. Harga pupuk NPK saat ini naik Rp50 ribu dari sebelumnya Rp450 menjadi Rp500 ribu per 50 Kg.

Padahal harga normal pupuk tersebut sebenarnya hanya Rp300 ribu per 50Kg. Kondisi serupa juga terjadi pada pupuk KCL yang sebelumnya dijual pada harga Rp470 ribu dan sekarang naik menjadi Rp500 ribu per 50 Kg.