HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

PUPUK BERSUBSIDI : Stok Diklaim Cukup, PT Pusri Siapkan 190.000 Ton Urea untuk 9 Provinsi

27 Nopember 2014
pic71E50C3270B02E2DFFF5A95475AD7E72.jpg

Solopos.com, PALEMBANG – PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) menyiapkan 190.000 ton lebih pupuk urea bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan petani di sembilan provinsi rayon menghadapi musim tanam tahap kedua ini.

“Peningkatan jumlah stok dilakukan untuk menjamin tersedianya pupuk urea bersubsidi bagi petani di Provinsi Sumatra Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta sesuai dengan kebutuhan pada musim tanam tahap kedua yang dimulai sejak Oktober 2014 hingga Maret 2015,” kata Manajer Humas PT Pusri Sulfa Ghanie di Palembang, Senin (24/11/2014).

Dia menambahkan pupuk urea di gudang seluruh provinsi yang menjadi tanggung jawab pemenuhan kebutuhan pupuk petani oleh PT Pusri sekarang tersedia cukup banyak atau sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Dia menjelaskan menghadapi musim tanam tahap kedua ini, petani tidak perlu khawatir terjadi kekurangan pupuk urea karena persediaan yang ada di gudang sekitar sentra produksi pertanian sesuai dengan kebutuhan petani.

Distribusi pupuk urea bersubsidi ke sembilan provinsi rayon tersebut hingga kini tidak ada masalah, karena produksi keempat pabrik PT Pusri ini berjalan lancar sesuai target yang ditetapkan.

“Sekarang ini semua pabrik PT Pusri di Kota Palembang beroperasi secara normal meskipun kondisinya berusia tua. Satu pabrik yang usianya relatif paling muda adalah pabrik Pusri 1B yang dibangun pada 1994 saat ini dalam kondisi cukup prima,” ujarnya.

Untuk menjaga eksistensi perusahaan dan mempertahankan kegiatan produksi pupuk urea agar tetap mampu memenuhi kebutuhan petani dalam negeri sesuai dengan RDKK petani, pihaknya berupaya secara bertahap melakukan revitalisasi dengan prioritas penggantian pabrik paling tua yakni pabrik Pusri II yang dibangun pada 1974.

Proyek revitalisasi pabrik tua yang sedang berjalan sekarang ini dikerjakan oleh konsorsium PT Rekayasa Industri dan Toyo Engineering Corporation dengan nilai investasi Rp7,4 triliun.

Pabrik Pusri II B menggunakan teknologi KBR Purifier Technology, untuk pabrik amonia dan teknologi Aces 21 milik Toyo dan Pusri sebagai co-licencor untuk pabrik urea.

Kapasitas produksi terpasang pabrik amonia mencapai 2.000 ton per hari atau 660.000 ton per tahun dan kapasitas pabrik urea 2.750 ton per hari atau 907.500 ton per tahun.

Pabrik Pusri II B dengan teknologi baru, selain ramah lingkungan juga menghemat bahan baku gas, dengan rasio pemakaian gas per ton produk 31,49 MMBTU per ton amonia dan 21,18 MMBTU per ton urea.

“Jika proyek revitalisasi tersebut berjalan sesuai rencana, pabrik baru diperkirakan sudah mulai berproduksi pada akhir 2015 dan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi pupuk urea hingga 2,61 juta ton per tahun,” kata Sulfa.

Editor: Rohmah Ermawati|

Solopos/Antara