HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

PT Pusri Tetap Pasok Urea untuk Industri

05 September 2014 MedanBisnis - Palembang. Perseroan Terbatas Pupuk Sriwidjaja (PT Pusri) Palembang yang ditugaskan pemerintah memenuhi kebutuhan pupuk urea bersubsidi petani, hingga kini tetap bisa memenuhi permintaan sejumlah industri di dalam dan luar negeri. "Produksi pupuk urea dari empat pabrik sekarang ini cukup lancar dan melampaui Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) petani pada sembilan provinsi, yakni Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Jawa Tengah, Banten, DKI Jakarta, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, sehingga tetap bisa didistribusikan secara komersial ke sejumlah industri," kata Manajer Hubungan Masyarakat Pusri, Sulfa Ghanie, di Palembang, Rabu (3/9).

Menurut dia, berdasarkan penugasan negara, pihaknya wajib memenuhi kebutuhan pupuk urea bersubsidi bagi petani di rayon sembilan provinsi tersebut.
"Jika kebutuhan petani di rayon tersebut bisa dipenuhi dengan baik dan terdapat kelebihan produksi, PT Pusri diizinkan untuk melakukan kegiatan pemasaran secara komersial seperti penjualan ke perusahaan perkebunan swasta, industri, dan ekspor," katanya lagi.

Berdasarkan data realisasi penyaluran pupuk urea oleh PT Pusri ke sejumlah industri selama Januari hingga September 2014 ini, rata-rata setiap bulannya dipasok pupuk urea mencapai 12 ribu ton.

Penjualan pupuk urea untuk memasok kebutuhan industri tersebut merupakan salah satu kegiatan pemasaran pupuk urea secara komersial untuk meningkatkan pendapatan PT Pusri.

Kegiatan pemasaran pupuk secara komersial itu akan terus ditingkatkan untuk memperluas pasar, agar dapat mengantisipasi peningkatan produksi seiring dengan sedang dibangun satu pabrik baru proyek rivitalisasi pabrik pupuk tertua di dunia yang dibangun pada tahun 1974.

Dikatakannya, saat ini dengan empat pabrik yang ada, PT Pusri memiliki total kapasitas produksi terpasang mencapai 2,262 juta ton pupuk urea per tahun, dan secara umum dapat memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi petani serta sebagian dipasarkan secara komersial.

"Pembangunan satu pabrik baru proyek revitalisasi Pusri II-B akan menambah produksi sebesar 457.500 ton per tahun, sehingga total produksi urea PT Pusri menjadi 2,61 juta ton per tahun pada tahun 2015," kata Sulfa. (ant)