HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

PT Pusri Bangun Pabrik Pupuk Kapasitas 1000 Ribu Ton Per Tahun

05 Desember 2014

PT Pupuk Sriwidjaja (PT Pusri) terus melakukan pembangunan usaha. Salah satunya, dengan membangun satu pabrik pupuk majemuk yang mengandung unsur nitrogen, fosfor, dan kalium (NPK). “Kami selama ini hanya fokus memproduksi pupuk urea dan amonia, kini berupaya melakukan pengembangan kegiatan usaha dengan membangun satu unit pabrik pupuk NPK dengan kapasitas produksi 100 ribu ton per tahun,” kata Manajer Hubungan Masyarakat PT Pusri Sulfa Ghanie, kemarin.

 Dia menjelaskan, manajemen perusahaan berupaya terus melakukan pengembangan kegiatan usaha. Langkah tersebut untuk meningkatkan daya saing perusahaan dan meningkatkan pendapatan, sehingga kesejahteraan karyawan terjamin.“Selain mengembangkan kegiatan usaha, perseroan juga terus berupaya melakukan peningkatan kapasitas produksi pupuk urea,” ujar Sulfa.

Khusus peningkatan kapasitas produksi pupuk urea yang menjadi bisnis utama PT Pusri, pihaknya secara bertahap memprogramkan proyek revitalisasi empat pabrik yang dimiliki sekarang ini yang usianya sudah tua. Menurutnya, pabrik-pabrik tersebut sudah berumur di atas 36 tahun dan kurang efisien.,“Saat ini sedang dilaksanakan proyek revitalisasi atau penggantian satu pabrik dari empat pabrik pupuk yang kondisinya paling tua, yakni pabrik Pusri II yang dibangun 1974,” ujarnya.

 Ia mengungkapkan, Proyek revitalisasi pabrik yang telah dilakukan sejak pertengahan 2013 dan saat ini revitalisasi telah mencapai sekitar 70 persen. Diharapkan semua kegiatan pembangunan pabrik baru yakni pabrik pupuk NPK dan pupuk urea bisa selesai sesuai target. Dia optimis, pada akhir 2015 sudah mulai melakukan kegiatan produksi untuk memenuhi kebutuhan petani dalam negeri. “Terutama di sembilan rayon provinsi, meliputi Sumatra Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewah Yogyakarta, serta ekspor” katanya.

 Proyek revitalisasi pabrik tua yang sedang berjalan sekarang ini dikerjakan oleh konsorium PT Rekayasa Industri dan Toyo Engineering Corporation. Nilai investasi mencapai Rp 7,4 Triliun.

(Rakyat Merdeka)