HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

PT PEN akan Mampu Serap 1,2 Juta Naker

11 Januari 2007 Apabila PT Pangan Energi Nusantara (PT PEN) usulan Kementerian BUMN dapat beroperasi, akan ada sekitar 1,2 juta orang di sawah (on farm) dan 41.000 orang di luar sawah (off farm) dapat dipekerjakan sebagai tenaga kerja mulai 2007 sampai dengan 2010.

?Paling tidak jumlah tenaga kerja sebesar ini dapat mengurangi angka pengangguran di Indonesia yang dari tahun ke tahun terus meningkat,? ujar Hadi Mustofa, staf media dari Kementerian BUMN, Selasa (11/1).

Selain itu, melalui PT PEN ini tentu kesejahteraan petani akan meningkat dan juga punya kesempatan untuk bisa meraih saham dalam perusahaan BUMP (Badan Usaha Milik Petani) sejauh mereka menjadi anggota dari BUMP yang menjadi mitra dan sekaligus shareholder pada PT PEN.

PT PEN yang diusulkan tidak hanya dapat menjadikan Indonesia swasembada pangan dalam hal ini beras tetapi juga akan mampu mengekspor beras dan selama ini Indonesia selalu pengimpor beras dari tahun ke tahun, tegas Hadi.

Agar dapat swasembada beras serta meningkatkan kesejateraan para petani yang selama ini nasib mereka tidak pernah berobah setelah merdeka 62 tahun, Kementerian Negara BUMN mempunyai ide untuk mensinergikan sembilan BUMN yang sekaligus menjadi stakeholder dalam PT PEN yang ingin dibentuk.

PT PEN yang diharapkan terbentuk di kuartal kedua tahun ini akan bertindak sebagai penggerak awal berdirinya Badan Usaha Milik Petani (BUMP), ujar Menteri BUMN Sugiarto dalam kunjungan ke pabrik pengilingan beras terbesar di Indonesia yang berlokasi di Desa J (atisari, Kab. Cikampek, pekan lalu.

Kesembilan BUMN yang akan membentuk konsorsium adalah Badan Urusan Logistik (Bulog), Pusri, PT. Pupuk Kaltim, PT. Petrokimia, PT. Pupuk Kujang, PT. Jasa Tirta I, PT. Jasa Tirta II, PT. Sang Hyang Sri (SHS) dan PT. Pertani.

PT PEN yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas petani, produksi padi yang lebih tinggi serta memperbaiki daya beli petani itu, akan menangani mulai dari pembiayaan, riset, pelatihan, dan pembelian beras produksi petani yang menjadi mitra mereka.

BUMP yang merupakan mitra dan shareholder dari PT PEN juga melakukan membina terhadap anggotanya dalam hal ini petani baik dalam pengadaan dana, bibit, pupuk dan tehnik penanaman yang baik serta pemilikan saham BUMP itu sendiri, dan pembelian hasil produksi petani oleh Bulog dan pihak swasta yang menjadi anggota PT PEN.

Dengan sendirinya seluruh BUMN yang merupakan stakeholder dari PT PEN akan berusaha membantu petani dalam semua hal, sehingga kondisi inilah yang membuat petani semakin dapat berkembang baik dalam dalam penghasil dan pemilikan lahan, karena mereka dapat pinjam uang bank dengan bunga 9% untuk membeli tanah agar bisa menjadi petani pemilik dan bukan hanya petani penggarap terus seumur hidup.

Selain itu, PT PEN juga memiliki tujuan jangka pendek, yakni bagaimana dapat memenuhi target pemerintah yang ingin menambah pasokan beras sebanyak dua juta ton pada tahun 2007.

Menurut Sugiharto, pemerintah saat ini memiliki berbagai elemen yang seharusnya bisa membuat produksi padi petani meningkat. Sayang, hingga kini belum ada satu organisasipun yang bisa menjalankan fungsinya agar berbagai elemen yang ada dapat bekerja maksimal.

Berkenaan dengan pembangunan BUMP, studi Kementerian Negara BUMN menyebutkan perlunya dana investasi sebesar Rp48,48 trilliun yang akan digunakan untuk membangun 100 BUMP diseluruh Indonesia hingga tahun 2010. Sebagai permulaan, tahun ini akan dibangun sekitar10 BUMP.

Apabila rencana ini bisa terwujud, Indonesia tidak hanya bisa swasembada pangan, tapi juga bisa mengekspor beras, tagasnya. (ant)