HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Produksi Pusri Over Target

03 Januari 2011 PALEMBANG (SINDO)- Rata-rata produksi Pupuk 2010 PT Pusri (Persero) melampaui target yang ditetapkan. Produksi amoniak terealisasi 1.356.700 ton dari rencana sbesar 1.330.000 ton (102%). Sementara, produksi Pupuk yang lain melampaui dari target yang ditetapkan,” kata GM Operasi PT Pusri (Persero) Bob Indiarto di sela-sela pengantongan Pupuk trakhir tahun 2010 dan pertama pada 2011 di Pabrik PT Pusri Palembang, Jumat (31/12).

Menurut dia, produksi amoniak sebsar 1.356.700 ton tersebut diproduksi di beberapa pabrik, engan rincian pabrik Pusri IB merealisasikan produksi sekitar 214.050 ton dari target 214.000 ton, pabrik Pusri III merealisasikan produksi amoniak sekitar 363.346 ton dari target 358.350 ton, dan dari pabrik Pusri IV juga mampu merealisasikan 350.154 ton dari target 333.950 ton.

“Secara keseluruhan, total kapasitas pabrik untuk produksi amoniak sekitar 1.324.000 ton. Produksi pabrik pupuk organik mampu merealisasikan sekitar 1.200.000 ton dari target sekitar 1.303.000 ton atau mencapai 108.56%,” ujarnya.

Dia menyebutkan, tiap tahun realisasi produksi amoniak maupun urea senantiasa meningkat. Pada 2011, target produksi amoniak maupun urea berdasarkan RKAP ditingkatkan. Target produksi amoniak menjadi 1.340.000 ton per tahun dan target produksi urea menjadi 2.050.000 ton.

Dirktur Utama PT Pusri (Persero) Arifin Tasrif menambahkan tugas yang diemban PT Pusri (persero) ke depan semakin berat. Apalagi, telah dilakukannya restrukturisasi Pusri menjadi PT Pusri Palembang.”Restrukturisasi Pusri (Persero) menjadi PT Pusri Palembang ini adalah upaya untuk meningkatkan kinerja dan value perusahaan. Dengan spin off ini, PT Pusri holding akan lbih fokus dalam pengelolaan sinergi operasional korporasi di antara sesama anak perusahaan. Ya, PT Pusri Palembang kini dikelola oleh direksi terpisah dari PT Pusri Holding,” bebernya.

Pihaknya dalam program jangka pendek ini akan melakukan revitalisasi Pusri II dengan trus berupaya menyiapkan suplai bahan bakar gas (BBG) yang akan diperoleh 2015 dengan kontrak kerjasama selama 10 tahun hingga 2025.

Begitu juga untuk pabrik III, pihaknya juga akan menekankan kepada program revitalisasi pabrik III dengan energi berbahan baku berbasis batubara. ”Pabrik produksi Pusri ini sudah beroperasi sejak lama, Jaminan untuk suplai industri ini sangat diperlukan. Apa lagi mengingat cadangan batu bara Sumsel sangat melimpah hingga memiliki cadangan mncapai Rp 6 miliar,” tandasnya.

Ke depan, pihaknya berupaya menjadikan industri ini sebagai salah satu pilar pangan. Implementasinya, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan penandatangan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan perusahaan di Jawa Tengah untuk membangun pabrik industri.

Dengan demikian, kapasitas produksi pabrik pupuk yang ada dari 2 ton akan meningkat menjadi 4 ton, seiring akan dilakukannya pembangunan pabrik pupuk di daerah Jawa Tengah.” Alhamdulillah, tahun ini Pusri berhasil membukukan profit bersih sebesar Rp 1,4 triliun,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Gubernur Sumsel Alex Noerdin menambahkan, jika melohat profit yang dibukukan Pusri mencapai Rp 1 triliun, selama lima tahun Pusri bisa membangun satu pabrik pupuk.

”Memang diakui gas banyak disuplai ke Banten dan Singapura. Sementara industri tidak begitu diprioritaskan. Mungkin dengan adanya pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Tanjung Api-api yang mengangkut batu bara akan menjawab masalah yang dihadapi Pusri,” katanya.

Dia menilai, saat ini Sumsel mencari lirikan para dunia investor untuk berinvestasi. Syarat sebuah investasi tersebut meliputi keamanan yang stabil, komitmen penuh dari rakyat dan pemerintah untuk membangun Sumsel, serta infrastuktur yang cukup, mulai jalan, air, telekomunikasi, hingga listrik. (darfian jaya suprana).