HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

PETANI BERHARAP PUPUK TIDAK LANGKA

17 April 2017
MARTAPURA, RP  - Saat musim tanam serentak, permintaan pupuk selalu meningkat, sehingga petani seringkali kesulitan saat ingin mednapatkan pupuk. Kondisi semakin diperparah dengan rusaknya sejumlah ruas jalan provindi yang berdampak pada terhambatnya distribusi pupuk dari Palembang ke OKU Timur. Hal ini tentunya menimbulkan rasa kekhawatiran dan kerisauan bagi petani khususnya yang tidak memiliki modal besar.
 
“Sekarang ini sebagian petani memang sudah melakukan tanam. Saat ini pun kita sudah mulai kesulitan mendapatkan pupuk. Apalagi nanti saat umur tanaman padi sudah umur satu bulan dimana petani banyak yang butuh pupuk,” ujar Ediyanto (40), petani padi sawah tadah hujan, warga Kecamatan Martapura.
 
Menurut Ediyanto, dalam kebutuhan pupuk petani di wilayahnya kebanyakan tergantung pemegang modal. “Artinya sebagai kelompok tani, kita mengajukan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dan itu bsgi yang mempunyai modal. Sedangkan bagi yang tidak masuk kelompok terpaksa berusaha sendiri agar mendapatkan pupuk, “ungkapnya.
 
Untuk itu, tidak heran bila petani yang diluar kelompok tani sambungnya, terkadang kesulitan mencari pupuk. “Masalahnya tidak semua petani menjadi anggota kelompok tani. Sedangkan yang di RDKK biasanya disesuaikan dengan jumlah kebutuhan kelompok tani tersebut,” terangnya.
 
Kondisi yang sama juga dirasakan, Sukarno (55) anggota kelompok tani asal Kecamatan Bunga Mayang. Menurutnya bukan hanya petani yang diluar kelompok saja yang mengalami kesulitan mendapatkan pupuk, melainkan yang tergabung dalam kelompok tani pun seringkali kesulitan.
 
“Kami saja sebagai anggota kelompok terkadang juga tidak mendapat pupuk. Hal itu disebabkan pada saat pengajuan RDKK dan penebusan pupuk modalnya tidak cukup maka bukan rahasia umum lagi pemegang modal itulah yang menguasainya. Apalagi saat ini pupuk memang sudah langka, “ucapnya.