HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Permintaan Pupuk Bersubsidi di Bengkulu Berkurang

12 Agustus 2011 BENGKULU: Permintaan pupuk bersubsidi di Provinsi Bengkulu pada musim kemarau tahun ini berkurang sekitar 20 persen dari biasanya.

“Musim kemarau tengah melanda sejumlah kabupaten dan kota di Bengkulu. Biasanya permintaan pupuk urea sebulan mencapai 2.000 ton, kini turun,” kata Kepala Cabang PT Pusri Bengkulu, Lambang Budi Santoso, Kamis 11 Agustus 2011.

Ia mengatakan, berkurangnya permintaan pupuk dari petani Bengkulu pada musim kemarau sekarang dikarenakan luas sawah yang digarap petani turun.

Selain itu, para petani di Bengkulu sedang melaksanakan panen padi.

“Jadi, kebutuhan pupuk sedikit, hanya petani tertentu saja yang membutuhkan penyubur tersebut pada musim kemarau sekarang,” ujarnya.

Meski demikian, PT Pusri Bengkulu tetap menyiapkan stok pupuk sebanyak 1.600 ton. Hal ini dilakukan agar petani di Bengkulu yang membutuhkan pupuk dapat terpenuhi.

“Stok pupuk kita yang ada di gudang sekarang sebanyak 1.600 ton. Stok ini dipersiapkan untuk mengatasi kebutuhan pupuk bersubsidi petani di Bengkulu,” ujarnya.

“Karena itu, bagi petani Bengkulu yang saat ini membutuhkan pupuk silakan mengajukan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) ke Distan atau distributor setempat, sehingga pupuk yang dibutuhkan dapat disalurkan,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Bengkulu Muklis Ibrahim mengatakan, pada Agustus sampai September kebutuhan pupuk di daerah ini sedikit berkurang dari biasanya.

Hal itu terjadi selain dampak dari musim kemarau, juga petani di beberapa kabupaten di Bengkulu saat ini sedang melaksanakan panen.

“Kebutuhan pupuk di Bengkulu akan meningkat sekitar Oktober karena petani yang sekarang sedang panen, akan kembali turun ke sawah. Pada bulan ini kebutuhan pupuk bersubsidi di Bengkulu meningkat sampai 40 persen dari biasanya,” ujarnya.

Untuk itu, Distan minta PT Pusri menyiapkan stok pupuk bersubsidi yang cukup, sehingga kebutuhan petani dapat diatasi dengan baik.

“Dengan demikian, harga pupuk di tingkat petani tetap stabil,” katanya. (ant)