HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Peringati 1 muharam, PT Pusri Gelar Tablig Akbar Bersama Teh Ninih

09 Desember 2010 PERINGATAN 1 Muharram 1432, Masjid Al Aqobah I yang berada di Komplek PT Pusri menggelar tabligh akbar bersama Ustadzah Hj Ninih Muthmainah atau yang akrab disapa teh Ninih (istri dari Aa’ Gym) dari pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung.

Peringatan tahun baru Hijriah dengan Tema “Menyambut Muharram dengan 1.000 semangat” ini juga menjadi puncak pelaksanaan serangkaian kegiatan dalam menyambut Tahun Baru 1 Muharram di PT Pusri. Termasuk penyerahan hadiah berbagai perlombaan yakni lomba Asma’ul Husna antar Majelis Taklim, lomba Asma’ul Husna tingkat anak-anak dan lomba mewarnai Asma’ul Husna tingkat anak-anak se-Kota Palembang.

H. Agus Andriani selaku panitia sekaligus Ketua BPM Masjid Aqobah I Pusri mengatakan. Kegiatan peringatan Tahun Baru Hijriah ini semata-mata untuk mengingatkan seluruh umat Islam terhadap datangnya pergantian tahun baru Hijriah. “Kami hanya ingin mengingatkan umat Islam sekaligus ingin menyemarakkan ukhuwah dan syiar Islam dengan niat ingin meningkatkan ibadah kepada Allah SWT. Dan kita mulai dengan mengajak ibu-ibu yang mempunyai pengaruh penting dalam keluarga, untuk hijrah berkenaan dengan kesabaran, keimanan dan ketakwaan untuk menuju arah yang lebih baik lagi,” katanya.

Sementara dalam tausiahnya, Teh Ninih memberikan tiga kiat dalam melaksanakan hijrah, yakni TTM. “Untuk menjadi mujahidah tulen sebagai pejuang dalam rumah tangga, kita harus memiliki TTM. Tapi bukan Teman Tapi Mesra ya..TTM yakni Tafakur, Taubat dan Memperbaiki diri,” ujar Teh Ninih disambut gelak tawa ribuan ibu-ibu yang menyesaki ruangan masjid. Teh Ninih juga mengajak para mujahidah untuk meniru apa yang telah dilakukan Rasulullah. Yakni melaksanakan hijrah qolbi dan hijrah amali.

Dan pada kesempatan tersebut, Teh Ninih juga memberi semangat pada ibu-ibu yang hadir, agar tidak berputus asa dalam melakukan pembimbingan dalam keluarga. Menurutnya, seorang ibu merupakan pejuang utama dalam memberikan bimbingan pada keluarga. “Kalau kita menjadi mujahidah yang lemah, maka anak dan keluarga kita juga akan lemah. Kalau ibunya suka marah, kalau ibunya suka ngambek, maka anaknya juga suka ngambek. Jadi, baik buruknya anak, merupakan hasil perjuangan kita,” tukasnya. (adv).