HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Penyerapan Pupuk Capai 90%

08 Januari 2008 Hingga akhir 2007, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi jenis urea yang didistribusikan oleh PT Pupuk Sriwijaya (PUSRI) mencapai 90%. Dari total realisasi tersebut, terdapat lima kabupaten yang penyerapannya rendah.

Kelima daerah tersebut adalah Kabupaten Asahan, Tapanuli Tengah, Nias, Mandailing Natal (Madina), dan Nias Selatan. Area Manajer PT Pusri Renaldi Setiabudi melalui Manager Penjualan Paino mengatakan, alokasi pupuk untuk lima kabupaten ini cukup besar namun realisasinya kecil. ?Dengan kondisi yang seperti ini bisa menyebabkan daerah lain yang penyerapannya tinggi namun alokasinya rendah menjadi kekurangan pupuk,? ujar Paino kepada wartawan di Medan, kemarin.

Menurut Paino,Nias Selatan merupakan salah satu daerah yang penyerapannya paling rendah, yakni hanya menyerap 1.353 ton atau 40% dari total penyaluran 3.406 ton. ?Dengan adanya data ini, maka kita jadi tahu besaran alokasi pupuk yang akan diberikan ke daerah-daerah pada tahun berikutnya,? sebutnya.

Sementara itu, daerah yang penyerapan pupuknya paling tinggi adalah Deliserdang berhasil menyerap 17.858 ton dari alokasi 17.856 ton, diikuti Karo dengan penyerapan 20.763 ton dari alokasi 20.942 ton, dan Tapanuli Selatan dari alokasi 16.572 ton berhasil menyerap 16.704 ton. Selanjutnya, daerah Dairi berhasil menyerap 95% atau 9.423 ton dari alokasi 9.872 ton, Langkat sebesar 15.349 atau 100% dari alokasi 15.479 ton, Serdang Bedagai (Sergai) dari alokasi 15.528 ton merealisasikan 14.920 ton atau 96%, dan Simalungun berhasil menyerap 95% atau 24.137 ton dari alokasi 25.295 ton. ?Total alokasi pupuk urea untuk Sumut selama 2007 sebanyak 195.098 ton, tapi yang diserap hanya 176.392 ton atau 90%.

Dan untuk Desember saja, alokasi pupuk yang disediakan sebanyak 16.000 ton dan berhasil direalisasikan sebanyak 18.273 ton,? papar Paino. Untuk kebutuhan pupuk 2008, pihaknya mengharapkan pengajuan permintaan pupuk setiap kabupaten dan kota harus jelas peruntukannya agar kelangkaan pupuk yang selalu terjadi setiap tahun tidak terulang lagi. Seperti tahun lalu, katanya, pupuk yang dialokasikan pada umumnya digunakan untuk menanam jagung, di mana kebutuhan pupuknya lebih besar dibandingkan padi.

?Kalau jagung setiap hektarenya membutuhkan 500?600 kg, sedangkan padi hanya 250?- 300 kg setiap hektare.Jadi dapat dirinci untuk apa permintaan pupuk itu, apakah untuk padi, jagung,dan palawija,?bebernya. Sementara itu,Kepala Bagian Operasional dan Pemeliharaan Unit Pengantongan Pupuk (UPP) Pusri Belawan Rahmad Sukarja meyakinkan bahwa produksi Pupuk Pusri dengan rata-rata produksi dalam satu hari sebesar 1.200?1.400 ton dapat memenuhi kebutuhan pupuk. Kapasitas masingmasing kapal. ?Stok pupuk kita selalu tersedia, setiap hari kami selalu memproduksi pupuk dan kapasitas kapal berkisar 6.000?7.000 ton,mampu mengangkut pupuk untuk memenuhi kebutuhan pupuk di daerah,?ujarnya.