HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pembangunan Pabrik Baru Pusri Dimulai

10 April 2013 TEMPO.CO, Palembang - Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan meresmikan pembangunan pabrik pupuk Sriwidjaja IIB di Palembang. Pabrik senilai US$ 561 juta ini ditargetkan selesai pada 2015 mendatang. Menurut Dahlan, revitalisasi pabrik ini merupakan salah satu langkah strategis perseroan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan menekan pengeluaran.

"Ini suatu keberanian yang berdasar bagi direksi yang berani berinvestasi sekitar Rp 7 triliun untuk proyek revitalisasi pabrik lama," ujar Dahlan Iskan, di Palembang, Senin, 8 April 2013.

Menurut Dahlan, keberadaan pabrik lama atau pabrik Pusri II sudah terbilang uzur sehingga layak untuk diganti dengan pabrik baru. Dia meyakini pabrik baru ini jauh lebih produktif dibandingkan pabrik lama. "Yang lama usianya sudah lebih dari 20 tahun. Makanya saya pikir tepat jika hari ini kita mulai bangun pabrik baru."

Dahlan juga meminta personel yang diberi kepercayaan untuk mengoperasikan pabrik baru harus dapat merawat mesin-mesin itu secara baik agar dapat beroperasi optimal. "Percuma kalau pabrik baru jika orang-orangnya tidak jujur dan kredibel," ujar Dahlan Iskan.

Pabrik Pusri IIB terletak di area pabrik lama di Jalan Mayor Zein, Palembang. Pabrik tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 6,012 hektare. Sementara itu, pengerjaannya akan dilakukan oleh konsorsium PT Rekayasa Indusri dan Toyo Engineering Corporation.

Sekretaris perusahaan PT Pusri Palembang Zain Ismed menjelaskan bahwa proyek ini ditargetkan dapat selesai pada tahun 2015 mendatang. Pabrik baru diharapkan dapat menambah angka produksi hingga 2.000 ton amoniak per hari dan 2.750 ton urea per hari. "Kami meyakini produksi akan meningkat dengan biaya yang murah karena didukung oleh teknologi terbaru dan ramah lingkungan," kata Ismed.

Dia menambahkan, pabrik ini menggunakan teknologi KBR Purifier Technology untuk pabrik amoniak dan teknologi aces 21 milik Toyo dan Pusri sebagai co licencor untuk pabrik urea. Jika dibanding dengan II B (existing) teknologi yang digunakan pada pabrik Pusri II dapat menghemat komsumsi gas bumi sebesar 10 MMBTU per ton sebagai bahan baku pabrik.

Sementara itu, menyinggung pendanaan, Zain Ismed memastikan bahwa PT Pusri mendapat sokongan dari dana dari tujuh bank swasta dan BUMN. Mereka adalah BCA, BNI, BRI, Bank Mandiri, Bank Jabar Banten, Bank Sumsel Babel, dan UOB Indonesia. "Nilai investasinya senilai US$ 561 juta."

PARLIZA HENDRAWAN