HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pasokan Gas Industri Pupuk Masih Kurang

12 Januari 2011 JAKARTA-Industri pupuk kekmbali mengeluhkan kurangnya pasokan gas bumi dengan total kebutuhan 999 mmscfd (million metric dtandard cubic feet per day) pada 2011. Dari sejumlah rencana ekspansi dan pengembangan para produsen pupuk, baru satu pabrik, yakni kaltim V, yang mendapat kepastian suplai dari pemerintah.

Ia mengatakan kebutuhan untuk industri pupuk nasional idealnya mencapai 999 mmscfd, lebih tinggi dari perhitungan awal, yaitu 807 mmscfd. "Apakah kebutuhan 999 mmscfd itu usdah secure? Belum, belum aman. Masalah gas ini sebenarnya sudah kami tekankan sejak lama. Baru pabrik Kaltim V sebagai pengganti Kaltim I milik PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) yang mendapat jaminan suplai, yang lain belum," tukas Dadang.

Menurut Dadang, sejumlah rencana investasi pembangunan pabrik, baik penggantian pabrik lama maupun pabrik baru, sejauh ini masih menunggu kepastian pasokan gas bumi sebagai sumber energi. Di antaranya adalah pengembangan pabrik Pusri milik PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) di Palembang dan pabrik baru PT Petrokimia Gresik (Petrogres) di Gresik.

Untuk pabrik Petrogres, menunggu kepastian pasokan dari Cepu, terus suplai dari ladang Senoro juga belum jelas sampaik sekarang. Jadi kalau bicara kurang, sampai sekarang juga masih kurang, dan kita juga beklum bisa revitalisasi sesuai program," ujar Dadang. Dihubungi terpisah, Dirut petrogres Hidayat Nyakman mengatakan perusahaan sudah mendapat alokasi suplai gas dari Blok Cepu untuk mendukung rencana pembangunan pabrik baru, Petro 2.

Potensi pasokan gas yang diperoleh dari ladang gas Cepu yang akan dioperasikan PT Pertamina-Exxon Mobil tersebut sekitar 60 mmscfd. "Kami harapkan Cepu segera dieksplorasi gasnya supaya kami bisa segera mempersiapkan pembangunan pabrik. Saya siap tender tahun ini, tetapi kalau gas belum keluar, ya belum bisa (membangun). Butuh waktu tiga tahun untuk pembangunan pabrik," kata Hidayat.