HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pabrik Pupuk Senilai Rp 8,5 Triliun Beroperasi

15 Mei 2018
PALEMBANG, RP – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meresmikan pengoperasian pabrik pupuk Pusri 2B PT Pupuk Sriwidjaja. Pabrik baru ini memiliki kapasitas produksi sebesar 907.500 ton urea/tahun dan 660.000 ton amoniak/ tahun. Dalam rilis yang diterima, pabrik ini dibangun oleh konsorsium PT Rekayasa Industri dan Tokyo (Jepang), dengan total investasi Rp 8,5 Triliun. “Pabrik Pusri 2B dibangun sebagai bagian dari program revitalisasi industri pupuk nasional. Revitalisasi adalah salah satu upaya Pupuk Indonesia untuk terus meningkatkan kinerja dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan daya saing,” kata menteri Rini di Palembang, akhir pekan lalu. 

Konsumsi gas Pusri 2B jauh lebih efisien dibandingkan pabrik Pusri 2 yang digantikanya. Konsumsi gas Pusri 2B sebesar 24 MMBTU/ton urea, lebih rendah dibandingkan pabrik Pusri 2, dengan konsumsi gas mencapai 37 MMBTU/ton urea. Konsep revitalisasi yang diterapkan, yakni menggantikan pabrik – pabrik yang kurang efisien dengan pabruk baru yang hemat energi, ramah lingkungan, dan efisien. Pabrik ini juga menggunakan bahan bakar batu bara untuk pembangkit steam dan listrik sehingga mengurangi ketergantungan terhadap gas bumi. 

Selain Pusri 2B, peresmian di Palembang ini juga menjadi simbolik dari beroperasinya Pabrik Kaltim-5 di PT Pupuk Kaltim, Bontang dan Pabrik Amurea 2 di Petrokimia Gresik. Di Palembang, Menteri Rini turut melakukan perancangan proyek pembangunan pabrik NPK. 

Proyek ini akan dibangun pada kurun 2018 hingga 2025 dengan total kapasitas produksi sebesar 2,4 juta ton. Rencananya, pabrik – pabrik NPK tersebut akan dibangun dan dioperasikan di PT Pupuk Iskandar Muda, Lhokseumawe; PT Pusri Palembang; PT Pupuk Kujang; dan PT Pupuk Kaltim. 

Sebagai tahap awal, Menteri Rini melakukan groundbreaking proyek pembangunan pabrik NPK Fusion berkapasitas produksi 2X100.000 ton per tahun dan menggunakan teknologi Steam Granulation. Produksi dari pabrik ini diproyeksi dapat memenuhi pasar perkebunan ataupun pertanian di wilayah Sumatera. (kmj) 


RADAR PALEMBANG, 
SENIN , 14 MEI 2018