HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pabrik Baru Sudah 40 Persen

03 April 2014

Pusri Yakin Penuhi Kebutuhan Sumsel

 

Palembang,Tribun-Manajemen PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang Menyebutkan Progres Pembangunan Pabrik Pusri II B saat ini sudah telah menyentuh persentase 40 %.Ekspansi pabrik baru yang ditarget dapat selesai pada Desember 2015 itu diupayakan mampu memproduksi pupuk sekitar 2,8 juta ton per tahun.Saat ini maasih dilakukan pengerjaan pembangunan Pabrik II B.

 

Alhamdulillah progresnya sudah mencapai 40 persen. Keberadaan pabrik baru yang di bangun di atas luas lahan 6,7 hektar ini diharapkan dapat menopang pencapaian produksi sekaligus mengakomodir kebutuhan pupuk Sumsel pada khususnya dan luar sumsel pada umumnya,kata sekretaris perusahaan ( sekper) PT Pusri palembang,Zain Ismed.

 

Dia menjelaskan ada banyak kelebihan yang diperoleh setelah adanya pabrik pusri II B ini diantaranya hemat konsumsi gas bumi,ramah lingkungan dan adanya peningkatan kapasitas produksi bila dibandingkan dengan pabrik pusri lama yang existing.

 

Setelah beroperasi,kata dia,pabrik pusri II B diupayakan dapat memproduksi pupuk urea sebanyak 2.750 ton perhari atau mencapai 990.000 ton pertahun.Sedangkan untuk pupuk amonia mamapu berproduksi 2.000 ton perhari atau 720.000 ton pertahun.

 

Lain halnya dengan produksipabrik lama,untuk pupuk urea hanya mampu sekitar 570.000 ton dan pupuk urea diproduksi sekitar 400.000 ton pertahun.

 

Kalau dilihat dari kapasitas pabrik memang cukup jauh sekali.Wajar saja pabrik lama(pusri II) sudah tua yang dibangun sejak 1974 lalu,katanya.

 

Disamping itu pula,dari sisi penggunaan bahan bakar gas pun juga sangat efisien.Untuk pabrik Pusri II B dapat menghemat konsumsi gas bumi hingga 10 mmbtu per ton atau untuk pabrik lama mengonsumsi gas 35-38 mmbtu per ton.Sementara pabrik pusri II B mengonsumsi 25 mmbtu per ton.Dia berharap dengan adanya pabrik baru itu diupayakan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan industri pupuk secara Nasional maupun ekonomi daerah Sumsel.

 

Hingga saat ini,sekitar 20% pupuk diekspor ke negara seperti Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand.Sementara sisanya 80% untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri,kata Zain.Ke depan,pihaknya berencana akan membangun kembali pabrik baru yang berada dekat dengan pelabuhan.Sebab selama ini ketersedian bahan baku seperti kalium dan phonska merupakan produk impor.