HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Menteri BUMN Sarankan Pusri Jalankan Tiga Strategis Atasi Gas

21 Pebruari 2012 PALEMBANG, BeritAnda - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan menyarankan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) untuk segera menjalankan tiga pola strategis dalam mengatasi permasalahan gas. Skema strategi ini diupayakan dapat mengoptimalkan produksi bagi kelangsungan perseroan ke depan.

“Tidak bisa dipungkiri, pasokan gas saat ini menjadi rebutan bagi semua pihak, baik bagi industri, listrik, ekspor hingga bagi kendaraan bermotor. Untuk itu, penggunaan gas ini perlu dihemat dengan mengganti alternative bahan bakar lain,” kata Menteri BUMN, Dahlan Iskan, usai sarasehan dalam rangka Hari Pers Nasional 2012 di Pusri Palembang, Senin (20/2/2012).

Dia menjelaskan tiga strategi dimaksud adalah pertama Pusri dapat menggunakan batubara sebagai bahan baku untuk pembuatan pupuk. Kedua adalah gas milik PLN dapat disuplai ke Pusri atau menjual listrik dari batubara ke PLN. Terakhir adalah membangun gas alam terkompresi atau Compressed Natural Gas (CNG).

CNG ini merupakan alternative bahan bakar selain bensin dan solar atau dikenal bahan bakar gas. Bahan bakar ini dianggap lebih bersih bila dibandingkan dengan dua bahan bakar minyak lainnya karena emisi gas buangnya yang ramah lingkungan.

“Biasanya penggunaan listrik meningkat signifikan pada pukul 16.00WIB hingga pukul 22.00WIB. Jika terealisasi, CNG bisa disuplai untuk kebutuhan listrik. Sisanya dapat dimanfaatkan Pusri,” ujarnya.

Untuk merealisasikan itu semua, kata dia, kebijakan ada ditangan PT Pusri dan tentunya banyak perhitungan yang harus dikaji seksama.

Dia mengaku selama ini kekurangan persediaan pasokan gas dalam negeri disebabkan beberapa hal yakni suplai gas banyak diekspor ke luar negeri seperti Tiongkok, Jepang dan Negara lain dengan mekanisme sistem kontrak panjang.

Pemerintah disini, kata dia, tidak bisa mengeluarkan kebijakan untuk langsung memutus kontrak ekspor yang sudah berjalan sejak era Orde Baru itu. Kecuali sembari menunggu habis masa kontrak ekspor gas.

“Kedepan kami akan mengaitkan masalah gas ini dengan perizinan. Asumsinya jika ada investor yang ingin mengeksplorasi gas diprioritaskan distribusinya harus memenuhi kebutuhan dalam negeri, terutama industri pupuk,” jelas Dahlan seraya mengatakan pihaknya akan duduk bersama antara PLN dan Pusri untuk merealisasikan tiga strategi itu.

Sementara itu, Direktur Pusri Palembang, Eko Sunarko menegaskan pihaknya sangat mendukung terobosan baru sebagai alternative bahan baku pupuk yang disampaikan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Bahkan, pada tahun ini pihaknya telah merumuskan beberapa strategi demi kelangsungan Pusri ke depan yaitu dengan mempersiapkan pergantian pembangkit steam dan listrik dari bahan bakar gas bumi ke batubara dan diproyeksikan akan terealisasi pada dua tahun mendatang.

“Untuk kontrak pasokan gas Pusri dengan Medco akan berakhir sampai 2025 mendatang. Jaminan pasokan gas ini sangat penting bagi keberlangsungan pabrik Pusri ke depan,” kata Eko seraya mengatakan tahun ini Pusri menargetkan produksi pupuk urea sekitar 1.925.000 ton dengan angka realisasi produksi pupuk urea tahun 2011 mencapai 1.764.000 ton. (Anto)