HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Menteri BUMN Resmikan Pembangunan Pabrik Pusri II-B

10 April 2013 Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meresmikan pemasangan tiang pancang (ground breaking) pembangunan pabrik Pusri II-B PT Pupuk Pusri bernilai investasi US$561 juta.

Kepala Bagian Humas dan Protokoler Kementerian BUMN, Faizal Halimi, mengatakan pelaksanaan pemasangan ground breaking pabrik pupuk berkapasitas 990 ribu ton per tahun itu juga disaksikan Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Arifin Tasrief, dan Direktur Utama PT Pusri Palembang Musthofa.

Pabrik Pusri II-B yang akan beroperasi pada 2015 ini merupakan pabrik pupuk ramah lingkungan, karena menggunakan teknologi baru dengan konsumsi gas sebesar 25MMBT per tahun, berbeda dengan Pusri 2 gas sebanyak 38MMBT yang menghasilkan 570 ton per tahun.

Pusri 2 yang dibangun tahun 1947 ini merupakan pabrik pupuk tertua di dunia dan masih beroperasi hingga kini. Direktur Utama Pusri Palembang Musthofa mengatakan pembangunan Pusri II-B ini sesuai dengan Inpres Nomor 2 Tahun 2010 tentang Revitalisasi Pabrik Pupuk, yaitu ramah lingkungan, meminimalkan penggunaan gas dan energi, serta dalam rangka meningkatkan produksi.

Musthofa menambahkan, Pusri II-B menggunakan tehnologi Ases 21 yang dikembang oleh PT Pusri dan Toyo International dengan pelaksana proyek oleh
PT Rekind dan Toyo Engg Coorp Int. "Dengan pembangunan pabrik Pusri II-B ini maka total produksi Pusri pada 2015 akan menjadi 2,8 juta ton per tahun, naik dari saat ini 2,226 juta ton per tahun," ujar Musthofa.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Holding) Arifin Tasrif mengatakan, investasi pembangunan pabrik Pusri II-B ini sebesar US$561 juta dibiayai konsorsium tujuh bank yaitu, Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, BJB, Bank Sumselbabel, dan UOB Indonesia.

Arifin menambahkan, pembangunan pabrik Pusri II-B ini bagian dari rencana pembangunan empat pabrik pupuk baru, di mana sudah terlaksana sebanyak
dua pabrik yaitu di Kalimantan Timur dan Pustri. Dua lainnya menyusul di Petrokimia Gresik, dan Kujang 1-B. "Dengan pembangunan empat pabrik baru ini akan menghemat energi nasional sekitar 210 juta dolar AS per tahun," ujarnya.

Gubernur Sumatra Selatan, Alex Noerdin mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumsel mendukung penuh pembangunan proyek Pusri tersebut. "Proyek ini sekaligus dapat meningkatkan kapasitas produksi untuk berkotribusi kepada peningkatan produksi pertanian, disamping juga menyerap tenaga kerja," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan memuji keberhasilan manajemen Pusri karena memiliki tim yang sangat bagus dalam menjalankan proyek tersebut. Dahlan juga menyebutkan pembangunan pabrik Pusri II-B ini merupakan kebangkitan industri pupuk nasional.

"Sama dengan pabrik gula, dalam revitalisasi industri pupuk yang paling utama diperbaiki adalah manajemen dan sumber daya manusianya. Karena tidak ada gunanya mesin baru, jika manusianya yang tidak baik," tegas Dahlan. (Ant)

Editor: Rina Garmina