HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

KM Pusri Angkut 9.000 Ton Urea

25 Juni 2014

Palembang - Kapal angkut Pupuk milik PT Pupuk Sriwidjaja, KM pusri Indonesia I, mulai beroperasi dengan mengangkut muatan sebanyak 9.000 ton urea pada pelayaran perdana. Kapal yang dibangun PT Anggrek Hitam, sebuah anak perusahaan Holding pte.Ltd. (singapura) yang berlokasi di Batam itu, berlayar perdana menuju pelabuhan PT Sentana Adidaya Pratama di pelintung-Dumai.

 

Direktur Utama PT Pusri Musthofa mengatakan dengan beroperasinya kapal jenis self propelled urea barge (SPUB) itu diharapkan menjadi salah satu pemecahan masalah yang dihadapi perseroan.

 

“Kapal ini diharapkan bisa mengantisipasi peningkatan produksi, masalah shipping out, menjamin kelancaran distribusi pupuk dengan efektip dan efisien,”katanya saat meresmikan pelayaran perdana KM Pusri Indonesia Idi palembang,” kamis (19/6).

 

Musthofa menuturkan jika distribusi pupuk yang diproduksi perusahaan terus berjalan lancar maka pusri bisa mempertahankan captive market-nya.

 

Dia mengatakan pembangunan kapal tersebut dimulai sejak tanggal 22 Desember 2013 dengan proses pembuatan kapal memakan waktu sekitar 16 bulan. kapal itu memiliki kapasitas desain sampai 11.000 ton pada draf air laut setinggi 5,5 meter.

 

Menurut Musthofa, selain dikarenakan usia kapal yang ada saat ini relatif tua, pembuatan kapal Pusri Indonesia I juga dilatarbelakangi olehpendangkalan sungai musi. Perseroan sudah memiliki kapal sebanyak delapan kapal yang mengangkut komoditas urea curah dan amonia yang beropersi mulai dari 1977 samapi 1983.

 

“Kondisi itu mengakibatkan pengapalan tidak optimal, seharusnya kapal milik Pusri dapat mengangkut 8.500 ton, namun hanya mengangkut rata-rata sebesar 6.500 ton,” katanya.

 

Oleh karena itu, perusahaan mengalami tingginya cost per ton angkutan kapal. Kapal SPUB dirancang dengan desain yang dapat mengakomodasi draf air sungai yang rendah dan mampu mendistribusikan muatan urea curah lebih besar. (Dinda Wulandari)