HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Kini Pupuk Bersubsidi Berwarna Pink

18 Oktober 2011 TRIBUNLAMPUNG.co.id - Sebanyak 4.502 ton pupuk urea warna merah muda (pink) telah bersandar di Pelabuhan Panjang, Senin (17/10). Pupuk subsidi dari pemerintah yang diproduksi PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) bagi para petani ini diangkut menggunakan KM Mandiri 1 dari dermaga khusus yang berlokasi di Sungai Musi, Palembang.

Kemas Cholid, Supervisor Pengadaan Penjualan PT Pusri Cabang Lampung menjelaskan, pupuk tersebut merupakan pengiriman pertama yang dilakukan. Sebelum siap didistribusikan, terlebih dahulu dilakukan bongkar muat dari kapal kemudian dikemas dalam karung pupuk berukuran 50 kilogram (kg).

"Pengiriman pertama maksudnya khusus pupuk subsidi bewarna pink. Sebelumnya kami secara terus menerus melakukan pengiriman pupuk subsidi dari Palembang tapi yang warnanya putih. Kalau cuaca mendukung bongkaran selesai paling lambat empat hari," ujarnya kepada para awak media, Senin (17/10).

Lebih lanjut dijelaskannya, dibedakan warna pupuk subsidi dan non subsidi untuk mengeliminir terjadinya penyimpangan distribusi. Sebelumnya, pupuk urea putih subsidi dan nonsubsidi hanya dibedakan dari kemasannya saja.

"Meski dikemasan karung ada tulisan pupuk subsidi, penyimpangan distribusi terus terjadi. Diharapkan dengan dibedakannya warna pupuk subsidi dan non subsidi, distribusi pupuk langsung ke petani cepat tersalurkan. Ini juga sejalan dengan peraturan menteri perdagangan dan pertanian terhitung 1 Januari 2012, pupuk urea putih subsidi ga boleh lagi ada di lapangan, yang ada hanya warna pink," ujar Cholid, sapaan akrab pria ini.

Ia menambahkan, harga eceran pupuk urea subsidi kepada para petani Rp 1.600 per kg. Sedangkan non subsidi, harga fluktuatif tergantung nilai dollar terhadap rupiah. Saat ini, harga pupuk non subsidi di pasaran Rp 4.800 per kg. (martin)