HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

KINERJA PUSRI: Ekspor Pupuk ditarget 700.000 Ton

26 Desember 2012 PALEMBANG – PT Pupuk Sriwijadja Palembang menargetkan ekspor pupuk sebanyak 700.000 ton dari peningkatan produksi yang akan dihasilkan oleh pabrik Pusri IIB pada 2015 mendatang.

Direktur Utama PT Pusri Palembang Musthofa mengatakan perusahaan melakukan ekspor untuk menambah pendapatan setelah kebutuhan pupuk dalam negeri terpenuhi.

“Oppurtunity pasar di Asia dan Australia masih cukup besar, agar bisa bersaing dengan negara lain kita harus menekan biaya produksi sehingga efisien. Pabrik Pusri IIB akan menjawab efisiensi itu,” katanya seusai peresmian titik referensi koordinasi proyek pembangunan Pusri IIB di Komplek Pusri Palembang, Senin (24/12).

Pada kinerja ekspor perusahaan tahun ini, Pusri hanya mengekspor kelebihan produksi sebanyak 40.000 ton atau melenceng dari target sebesar 60.000 ton. Sementara pada tahun lalu, ekspor Pusri tercatat sebanyak 110.000 ton.

“Tahun ini ekspor hanya terealisasi 40.000 ton dari target yang kami tenderkan 60.000 ton karena kami mengantisipasi kebutuhan dalam negeri dahulu, setelah itu baru bisa mengekspor,” katanya.

Musthofa mengatakan perseroan masih akan fokus pada pasar tradisional untuk ekspor, yaitu Thailand dan Filipina. Sebelumnya, Pusri juga mengekspor pupuk untuk Vietnam tetapi saat ini negara itu sudah kelebihan produksi sehingga tidak menjadi pasar potensial lagi buat perusahaan. Adapun harga ekspor pupuk berkisar US$400 per ton – US$410 per ton.

Dia mengatakan perkiraan kelebihan produksi yang akan disalurkan untuk pasar dalam negeri non subsidi, seperti perkebunan dan industri, serta pasar ekspor sebanyak 1,4 juta ton dari target peningkatan produksi sebesar 2,8 juta ton setelah adanya Pusri IIB.

Pembangunan pabrik Pusri IIB sendiri rencananya akan dimulai pada 7 Februari 2013 mendatang dan memakan waktu sekitar 34 bulan. Perusahaan menargetkan pabrik tersebut dapat berproduksi pada Desember 2015. Pembangunannya sendiri melibatkan konsorsium PT Rekayasa Industri dan Toyo Engineering Corporation.

Dia menambahkan nantinya pabrik Pusri IIB dapat menekan efisiensi pemakaian gas untuk produksi dari 21,47 MMBTU per ton menjadi 14,8 MMBTU per ton. Adapun kapasitas yang dimiliki pabrik sebanyak 660.000 ton ammonia per tahun dan 907.500 ton urea per tahun.

Sebanyak 7 bank telah menandatangani kontrak untuk memberikan pinjaman dengan plafon sebesar Rp7,4 triliun untuk proyek pembangunan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Musthofa mengemukakan belanja modal yang disiapkan perseroan untuk tahun depan sebanyak Rp2,5 triliun yang akan digunakan untuk penambahan infrastruktur perusahaan.

Dia mengatakan belanja modal itu akan dialoksaikan untuk pembelian dua unit kapal angkutan pupuk. Saat ini Pusri memiliki delapan unit kapal pengangkut produksi, tujuh unit di antaranya digunakan untuk mengangkut pupuk urea dan sisanya untuk angkutan amoniak.

Sebelumnya, perseroan sudah melakukan penandatanganan kontrak proyek kapal Self Propelled Urea Barge (SPUB) dengan PT Anggrek Hitam yang memiliki kapasitas 8.500 ton. Anggaran untuk pengadaan kapal itu senilai Rp487 miliar.

Selain itu, anggaran juga digunakan untuk pembiayaan pengadaan pembangkit batu bara sebagai pengganti power plant gas.

“Kami juga akan membangun pabrik pupuk NPK dan pembangunan pergudangan untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi,” katanya. (19/Bsi)