HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Ketersediaan Pupuk Dijamin

17 Juni 2008 Tak mampu berbuat banyak bila penyimpangan terjadi di tingkat pengecer.

PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) berjanji akan menjamin kelancaran dan ketersediaan pupuk di Jawa Tengah. Pernyataan ini disampaikan Kepala Perwakilan PT Pusri Jawa Tengah Eddy Hamim terkait dengan keputusan pemerintah yang mempercayakan pengadaan dan distribusi sebagian besar kebutuhan pupuk di Jawa Tengah kepada Pusri, terhitung awal Juli nanti.

Sebelumnya, distribusi pupuk di Jawa Tengah sebagian besar dikuasai PT Pupuk Kaltim. PT Pusri hanya mendapat jatah menyuplai wilayah eks Karesidenan Kedu dan Banyumas. Sedangkan kebutuhan pupuk di Brebes, Tegal, dan Kota Tegal dipercayakan kepada Pupuk Kujang. "Kami akan menjamin ketersediaan pupuk dan kelancaran distribusi pupuk di Jawa Tengah sesuai dengan kuota yang menjadi kuota Pusri," ujar Eddy kepada Tempo kemarin.

Langkah itu akan ditempuh untuk menjamin ketersediaan pupuk, yang belakangan ini terbilang langka. Selanjutnya, Pusri juga akan menjaga ketersediaan pupuk minimal untuk kebutuhan dua minggu. "Kami harus mengantisipasi kemungkinan kendala produksi serta hambatan pengiriman laut yang sering terhambat cuaca buruk," kata Eddy.

Dari sisi distribusi, Pusri akan melakukan pengawasan ketat terhadap distributor. Ini penting agar gejolak harga tidak terjadi. Hanya, sesuai dengan kewenangan pengawasan yang melekat pada Pusri, Eddy mengaku tidak bisa berbuat banyak terutama jika kenaikan harga dan penyimpangan distribusi pupuk terjadi di tingkat pengecer, terutama pengecer musiman. "Pengawasan di tingkat pengecer menjadi kewenangan tim pemantau pupuk di masing-masing daerah."

Eddy memperkirakan krisis pupuk akan terus berulang setiap tahun. Hal ini disebabkan pupuk bersubsidi yang dikeluarkan pemerintah untuk Jawa Tengah hanya sekitar 790 ribu ton, sedangkan kebutuhan riil pupuk bersubsidi di provinsi ini 1.200 ton. Disparitas harga pupuk bersubsidi Rp 1.200 dengan pupuk nonsubsidi Rp 5.200 juga menjadi pemicu krisis pupuk. "Krisis pupuk mudah diantisipasi jika kebutuhan pupuk bersubsidi sesuai dengan yang dialokasikan pemerintah," katanya.