HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Kapasitas Produksi 3.500 Ton per Hari Milik Pusri

14 September 2010 Palembang,-PT Pusri dipastikan meningkatkan kapasitas produksi menjadi dua kali lipat dari saat ini yang hanya 1.700 ton per hari. Peningkatan ini diperuntukkan bagi pengembangan Pusri di kawasan Tanjung Api-Api (TAA) yang akan dibangun dalam waktu dekat.

“Kita tinggal tunggu kepastian kebutuhan pasokan gas dari beberapa perusahaan gas di Sumsel. Seperti ChonocoPhilips ataupun pihak lain yang masih dalam proses,” kata Dirut PT Pusri, Arifin Tasrif, usai bertemu Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin di Griya Agung, kemarin (7/9).

Untuk pabrik baru Pusri dengan target produksi 3.500 ton per hari itu diperlukan pasokan gas 80 MMSCFD. “Jumlah ini bukan sedikit, karena Pusri tidak hanya fokus pengembangan pabrik pupuk urea semata. Tapi juga untuk beberapa jenis pupuk NPK, termasuk produksi jenis bahan kimia lain seperti phosporit,” jelasnya.

Apalagi, Pusri tidak hanya membidik cluster di Sumsel. Tapi juga wilayah lain di Indonesia. Seperti cluster pabrik TAA yang akan membawahi beberapa wilayah Indonesia Bagian Barat (wilayah Sumatera). Lalu ada juga cluster pabrik Pusri di wilayah lain. Bagaimana rencana bangun pabrik baru di Senoro?

“Ya, bisa saja, kita buat pabrik juga di sana untuk menangani distribusi di cluster area sana. Mana yang dululah, apakah Senoro atau TAA. Jika gasnya duluan ada di TAA, ya kita bangun dulu di TAA. Bisa juga duluan Senoro kalau sana yang duluan siap gasnya,” ungkap Arifin.

Bicara soal investasi, ucapnya, dibutuh dana besar. “Semua diambil dari dana equity perusahaan, besarnya mencapai Rp 5 triliun,” imbuhnya. Cara ini dinilai paling gampang karena prosesnya bisa kapan saja dikucurkan saat gasnya siap.

“Jadi kalau saat ini gasnya siap, kita bisa langsung action,” cetusnya. Pasokan gas ini masih menjadi ujung tombak bagi Pusri, karena sejauh ini belum bisa digantikan dengan yang lain, termasuk batu bara.
Menurut Arifin, belum waktunya Pusri mengkonversi batu bara untuk kebutuhan pabrik pengganti gas. “Kita belum mampu dan siap melakukannya saat ini, karena butuh persiapan dan teknologi yang matang,” imbuhnya lagi. Resikonya pun masih banyak dan harus dilakukan persiapan matang.

“Nanti lah, jika segalanya sudah memungkinkan bakal dibicarakan lebih lanjut. Bisa jadi, akan kita buatkan desain khusus untuk pabrik dengan bahan batu bara,” katanya. Mengenai evaluasi untuk pabrik lama, ia mengaku akan tetap beroperasi seperti semula. Tidak ada istilah ditutup, semua akan beroperasi. Itulah sebabnya dibuatkan sistem cluster oleh Pusri.

Dengan begitu, setiap pabrik punya tanggung jawab target kapasitas terpasang masing-masing, termasuk pabrik lama. “Kita akan petakan dengan detil kebutuhan per wilayah per pabrik,” katanya.Dalam kesempatan dialog bersama Gubernur kemarin, Pusri juga dimintai kontribusi riilnya untuk menyukseskan SEA Games XXVI 2011. “Ini masih tahap pembicaraan, tapi pasti kita juga akan ikut andil,” pungkas Arifin. (46)