HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Jumlah Perusahaan BUMN Akan Diciutkan

14 Juli 2008 Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Sofyan Djalil mengatakan, pemerintah merencanakan program penciutan jumlah badan usaha milik negara (BUMN) dengan membentuk perusahaan induk atau `holding company`.

"Kalau tahun ini, tentu tidak bisa selesai," katanya di Magelang, Sabtu, sebelum mengakhiri kunjungan ke SMA Taruna Nusantara bersama rombongan para pimpinan sejumlah perusahaan di bawah BUMN.

Ia mengatakan saat ini terdapat 139 perusahaan BUMN yang akan diciutkan jumlahnya menjadi 85 perusahaan.

Nantinya, katanya, perusahaan-perusahaan BUMN itu akan mengelompok ke dalam 25 perusahaan induk (holding companies), dan diperkirakan butuh waktu antara tiga hingga empat tahun untuk melaksanakan program tersebut.

"Perlu waktu dalam tempo tiga sampai empat tahun, jadi program ini akan diimplementasikan oleh pemerintah berikutnya, karena secara teori jabatan saya berakhir Oktober tahun depan," katanya.

Upaya membangun holding BUMN itu, katanya, antara lain dimulai dari sektor perkebunan, industri pupuk, pertambangan dan perbankan.

Ia menjelaskan, proses pembangunan perusahaan holding BUMN membutuhkan konsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan, dan tujuannya adalah untuk menjadikan BUMN agar lebih efisien dan produktif.

"Untuk menjadikan BUMN lebih efisien dan produktif, tidak harus dengan perombakan manajemen besar-besaran," kata Sofyan Djalil menambahkan. (*)