HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Jelang Peralihan, Harga Urea Lebihi HET

03 Juli 2008 Menjelang peralihan produsen pupuk dari pupuk PT Kaltim (PKT) ke PT Pusri Palembang, berbagai masalah bermunculan.

Setelah banyak distributor yang menunda delivery order (DO) pengambilan pupuk, harga pupuk urea bersubsidi juga melebihi harga ecera tertinggi (HET). Di Desa Gedebeg dan Plumbon Kecamatan Ngawen misalnya, meski HET resmi hanya Rp60.000, namun di pupuk urea dijual Rp90.000 per sak.

?Meski ditambah dengan NPK, tetap saja harganya mahal. Kalau dirupiahkan, harga pupuk bersubsidi itu masih Rp75.000 per sak,?ujar Kasmani, salah seorang petani Desa Gedebeg,kemarin. Dia menduga kurangnya stok di pengecer resmi lantaran pupuk bersubsidi tersebut dijual kepada pembeli yang bukan petani.

?Logikanya kan seperti itu.Buktinya pengecer tidak resmi masih punya stok banyak sedang yang resmi malah tidak ada. Temuan ini sudah saya laporkan ke Komisi B,?? terangnya. Dua anggota Komisi B DPRD Blora, Singgih Hartono dan Anton Sudibyo saat dikonfirmasi kemarin mengatakan mengaku sudah menerima laporan tersebut. Bahkan, untuk membuktikan temuan tersebut,keduanya membeli pupuk tersebut di Ngawen.

?Bukti nota pembeliannya ada. Harganya memang Rp90.000,? terangnya. Komisi B mendesak agar Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) segera memperketat pengawasan.Pasalnya, dugaan adanya pihakpihak tertentu yang memainkan momentum peralihan produsen pupuk ini untuk kepentingan sendiri sangat kental.

Salah satu indikasinya adalah banyaknya distributor pupuk yang melakukan penundaan DO pengambilan pupuk. Dia juga meminta KP3 tegas. Jika distributor beralasan persoalan penundaan DO tersebut karena kurangnya armada maka wilayah kerja distributor tersebut harus dikurangi.

?Daripada petani terus menerus dikorbankan. Makanya KP3 harus tegas,?tandasnya. Ketua KP3 kabupaten Blora Umartono mengaku belum menerima laporan lonjakan harga pupuk bersubsidi. Namun, dia memastikan pihaknya akan segera menurunkan tim untuk mengecek dan memantau distribusi pupuk. ?Sebenarnya beberapa hari ini KP3 sudah memantau. Namun segera akan kita telusuri lagi laporan ini,?paparnya.