HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Gantikan Pabrik Kedua Yang Uzur

04 April 2013 PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusriakan melakukan groundbreaking pembangunan pabrik IIB dalam waktu dekat. Pembangunan pabrik baru tersebut merupakan rangka revitalisasi fasilitas produksi.

Sekretaris Perusahaan Pusri Zain Ismed mengatakan, pembangunan pabrik IIB akan dimulai pekan depan. “tanggal 18 April kita groundbreaking untuk menggantikan pabrik pusri II yang sudah tua,” katanya di Jakarta, Kemarin.

Pabrik IIB yang ditargetkan mulai berproduksi pada akhir 2015 ini akan memiliki kapasitas produksi urea sebesar satu juta ton tiap tahunny. Jadi mulai 2016, kapasitas produksi anak perusahaan Pupuk Indonesia Holding Company ini akan menanjak dari 2,2 juta ton per tahun saat ini menjadi 2,8 juta ton setahun.

Selain urea, produk amoniak pun akan dihasilkan tiap harinya sebanyak 2.750 ton, sehingga kapasitas produksi amoniak Pusri yang saat ibi 1,5 juta ton tiap yahun dipastikan akan bertambah.

Menurut Ismed, untuk merealisasikan pembangunan pabrik IIB ini, Pusri harus mengeluarkan modal sekitar 650 juta dollar AS. Selain pembangunan pabrik, dan ini juga untuk membangun fasilitas lain seperti area pergudangan.

Langkah revitalisasi ini, lanjut Ismed sangat diperlukan perusahaan mengingat pabrik Pusri II sudah berusia 38 tahun dengan mesin yang berusia senja membuat produski menjadi tidak efisien.

Ismed mencontohkan, untuk memproduksi 1 ton urea, saat ini pabrik Pusri II membutuhkan pasokan bahan baku gas 38 mmbtu. Nsh dengan pembangunan pabrik baru ini, konsukmsi gas bisa mereka tekan jadi 25 million british thermal units (MMBTU) untuk mem produksi tiap ton urea.

Karena konsumsi gas yang rakus, Ismed mengatakan, seharusnya perusahaan bisa menghemat konsumsi gas sebesar 11 MMBTU hingga 13 MMBTU untuk tiap ton urea. Selain meringankan biaya operasional, penghematan dari pos bahan baku ini juga bisa ditabung guna rencana ekspansi perusahaan di masa depan.

“Kalau bisa hemat begini, dalam lima tahun kita bisa bangun pabrik baru lagi,” jelasnya. Hal ini memang menjadi perhatian serius Pusri. Sebab, selain pabrik IB yang sudah direvitalisasi pada 1994, tiga pabrik mereka yang sudah berusia diatas 35 tahun, pabrik Pusri III, misalnya, sudah berusia 37 tahun dan Pusri IV berusia 36 tahun.

Bila langkah ini berjalan lancer, Ismed memprediksi rencana ekspansi perseroan berikutnya adalah merevitalisasikan pabrik Pusri III. Namun, rencana ini baru bisa dilakukan selepas tahun 2015 atau seusai pembangunan pabrik IIB kelar.

Karena usia yang renta pula, dia memprediksi produksi urea perusahaan akan lebih kecil tahun ini. Volume produksi Pusri selama 2013 diperkirakan hanya 2,04 juta ton disbanding produksi di 2012 yang mencapai 2,05 juta ton. (Dit)