HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

DPR Pertanyakan Dana Revitalisasi Pupuk

19 Desember 2008 Komisi VI Bidang Industri dan Perdagangan Dewan Perwakilan Rakyat mempertanyakan sumber dana rencana revitalisasi pabrik pupuk. Pemerintah berencana memperbaiki pabrik pupuk di Indonesia untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan pupuk tahun depan.

"Dari mana kebutuhan dana sebesar Rp 54 triliun, untuk revitalisasi satu pabrik pupuk?" kata Anggota Komisi VI dari Fraksi PKB Saidah Sakwan dalam rapat kerja bersama Menteri Perindustrian Fahmi Idris, di Jakarta, Senin 15 Desember 2008.

Padahal, kata Saidah, rata-rata aset pabrik pupuk yang bakal direvitalisasi hanya sekitar Rp 5 triliun. Selain itu, Dewan mempertanyakan kebutuhan penyediaan gas. Kebutuhan industri pupuk rata-rata sekitar 793 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), padahal pasokan hanya 605 MMSCFD.

Pemerintah menargetkan kapasitas pabrik pupuk urea meningkat menjadi 10,44 juta ton melalui revitalisasi pabrik tua. Peningkatan tersebut dengan asumsi beberapa pabrik tua tidak dioperasikan lagi. Setelah revitalisasi, kebutuhan gas bumi bakal menjadi 999 MMSCFD.

Untuk mencapai target produksi pupuk urea sebesar 7 juta ton dan kebutuhan subsidi sebesar 5,5 juta ton pada 2009, pemerintah mendorong PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Pupuk Kaltim beroperasi penuh dengan pasokan gas bumi masing-masing sebesar 110 dan 285 MMSCFD.