HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Cetak Sawah, Pemerintah Kejar Target Surplus 10 Juta Ton

24 Januari 2012 REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG - Pemerintah terus memacu pencetakan sawah baru sampai 2014 untuk mencapai surplus produksi gabah atau beras. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah tahun ini mempersiapkan dana tambahan untuk pencetakan sawah baru Rp 1,7 triliun agar tahun 2014 produksi kita mencapai surplus 10 juta ton.

Menurut Hatta, untuk Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada 2012 mendapat pencetakan areal sawah baru seluas 30.000 hektare. Terhadap rencana tersebut Hatta meminta pemerintah daerah terutama pemerintah kabupaten dan kota mendukung program pencetakan sawah baru tersebut.

Hatta menjelaskan, untuk pencetakan sawah baru tersebut akan melibat BUMN dintaranya PT Sang Hyang Seri, PT Pertani, PT Pusri dan Perum Bulog. “Pemerintah daerah akan mempersiapkan lahannya termasuk mengatur pola distribusi dan BUMN yang melakukan,” katanya, Senin (23/1).

Sementara itu di Sumsel dan Lampung, PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) bersama anak perusahaannya PT Pusri Palembang dalam pencetakan sawah baru melalui Program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) mendapat tugas merealisasikan program tersebut dengan luas sawah 22.024 hektare.

Menurut Eko Sunarko Direktur Utama PT Pusri Palembang, beberapa waktu lalu, sampai akhir 2011 telah merealisasikan program GP3K di Sumsel mencapai 8.182 hektare dan di Provinsi Lampung seluas 3.291 hektare.

Program GP3K PT Pusri di Sumsel tepatnya di Desa Sidumulyo, Kecamatan Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur sudah panen. Tanaman padi program GP3K yang dipanen di Desa Sidomulyo ditanam pada 21 Juli 2011 lalu.

Setelah sukses menuai padi perdana di Sumsel, PT Pusri melakukan panen berikutnya di Provinsi Lampung. Penanaman padi di daerah itu melalui program GP3K ditanam Agustus 2011.

Menurut Zain Ismed Sekretaris Perusahaan PT Pusri Palembang, untuk Propinsi Lampung dana bantuan GP3K yang disalurkan senilai Rp440 juta telah disalurkan kepada pengecer Lancar Tani dan Sahabat Tani dari Desa Breja Emas dan Desa Breja Fajar, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur dengan total luas lahan sebesar 187,5 hektar.

Selain di OKU Timur dan Lampung Timur, program GP3K juga tersebar di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan dengan luas tanaman padi 2.459 hektar. Menurut Ismed, total alokasi dana untuk pelaksanaan program GP3K tersebut sebesar Rp25 miliar.


Redaktur: Ramdhan Muhaimin
Reporter: Maspril Aries