HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Bupati dan Pusri Panen Raya di Desa Daya Kesuma

01 Pebruari 2012 Radar Palembang (31/01/12)

Bupati Banyuasin Ir H Amiruddin Inoed bersama PT Pusri Palembang beserta jajarannya melakukan panen raya padi dikelompokkan tani binaan Pusri. Amiruddin mengatakan, tahun 2012 diperkiraan produksi panen padi di Banyuasin secara total masih meningkat lebih 5 persen dari tahun sebelumnya.

“Ini artinya Banyuasin masih menjadi penghasil beras terbesar di Sumsel. Kalau tahun 2011 produksi gabah 755 ribu ton gabah kering giling, maka tahun 2012 ini ditambah 5 persen diperkirakan ada peningkatan produksi gabah menjadi sebesar 803 ribu ton gabah kering giling,” jelas dia.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari pertama, kesigapan para kelompok tani untuk mengadopsi paket teknologi pertanian untuk meningkatkan hasil panen padi. Selanjutnya kedua, bimbingan PPL yang tidak kenal lelah setiap hari memberikan bimbingan kepada petani, mendampingi mereka di sawah.

Ketiga, berkat penyiapan teknologi pupuk PT Pusri dengan penyiapan pupuk berimbang. “Saya berharap Pusri jangan sampai pupuk di petani desa kurang. Karena Pusri punya agen-agen distributor sampai ke kecamatan, dengan cara dibeli petani baik melalui pembelian langsung atau kredit melalui bina lingkungan Pusri,” ulas dia.

Kemudian, keempat, juga berkat dari kesigapan aparat kecamatan, aparat desa bersama-sama memetakan tempat ini menjadi lumbung pangan tidak merubah atau alih fungsi. Terakhir, kelima berharap kepada Bulog untuk menghentikan impor beras dan membudidayakan membeli beras petani. Amiruddin mengatakan, Banyuasin ini masih surplus beras seesar 350 ribu ton beras yang dikonsumsi oleh masyarakat di luar Banyuasin.

Manager Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PK/BL) Pusri Palembang, Dasnil Yusar menambahkan, melalui PK BL, Pusri di Desa Daya Kesuma memiliki 11 Kelompok tani binaan tahun 2012 ini, dengan dibinanya mereka oleh Pusri ternyata hasil panen padi mereka meningkat.

“Dari hasil binan Dinas Pertanian, penghasilan padi yang kita bina yang tadinya 5,6 ton per ha setelah dibina diberi modal dengan bunga 3 peren per tiga bulan sehingga produksi padi meningkat menjadi 6,64 ton per ha,” jelasnya.
Tujuan Pusri melakukan pembinaan para petani untuk meningkatkan hasil poduksi beras dengan itu petani tidak terbebani pinjam rentenir karena Pusri bertujuan membantu petani. Tahun 2012 ini Pusri mengalokasikan dananya Rp. 14 Miliar. (adv/tri)