HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

BRI Incar pembiayaan Pabrik Pusri II-B

25 Oktober 2011 Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia menyasar pembiayaan sebesar Rp 4 triliun untuk pembangunan pabrik Pusri 2B milik PT Pupuk Sriwidjaja Palembang yang akan diajukan penawarannya pada akhir tahun ini.

Direktur Bisnis Kelembagaan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bank Rakyat Indonesia (BRI), Asmawi Syam mengakui pihaknya berniat menjadi pemberi dana tunggal atau setidaknya menjadi pemimpin sindikat dalam pembiayaan tersebut.

“Mereka kan butuh dana Rp 6 triliun, tetapi yang Rp 2 triliun menggunakan modal mereka sendiri. Kami masih punya room Rp 4 triliun, sebab itu kalau kerjasama pembiayaannya bilateral pun kami masih sanggup,” ujarnya seusai penandatanganan kerjasama dengan Pupuk Sriwidjaja, kemarin.

Pembiayaan ini dilansir akan menjadi pembiayaan pertama Pupuk Sriwidjaja Palembang karena sebelumnya belum pernah ekspansi menggunakan dana pinjaman.

Direktur Utama Pupuk Sriwidjaja Palembang, Eko Sunarko mengungkapkan tawaran untuk proyek tersebut akan dilakukan pada akhir tahun ini dengan pelaksanaan mulai pertengahan 2012. Sementara itu proyek tersebut diperkirakan memakan waktu hingga 3 tahun.

“Proyek ini sudah mundur 6 bulan. Kami akan tenderkan dulu, kalau memang BRI bisa membiayai dengan harga yang terjangkau, kenapa tidak? Kami yang penting ingin melihat tawaran harga masing-masing bank terlebih dahulu,” tegasnya.

Kepala Divisi Bisnis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) BRI, Dwi Agus Pramudya mengungkapkan Perusahaan memberikan eksposure pendanaan kepada Grup Pusri sehingga 20% dari modal erusahaan.

“Saat ini modal kami sekitar Rp 39 triliun, artinya kami memberi ruang hingga Rp 11,5 triliun. Hingga saat ini pendanaan buat Grup Pusri sudah Rp 3,4 triliun,” katanya.

Selain menyasar kerjasama pembiayaan, perseroan juga menargetkan tambahan 2.000 nasabah baru hingga akhir Desember 2011, yang berasal dari distributor Pupuk Sriwidjaja Palembang. Tambahan nasabah tersebut diperkirakan dapat meningkatkan dana mengendap Rp 200 miliar per bulan atau sekitar Rp 2 triliun per tahun.

“Dalam kerjasama ini distributor harus menggunakan layanan BRI untuk melakukan pembelian. Layanan ini dapat memotong jalur birokrasi, cukup mendaftar dan membayar lewat internet untuk mendapatkan pupuk. Namun demikian untuk dapat membayar mereka harus berbank dengan BRI,” ujar Dwi.

Menurut dia, melalui kerjasama ini BRI akan menerima pembayaran dari distributor untuk disalurkan secara real time online kepada Pupuk Sriwidjaja Palembang. Dengan demikian proses penebusan pupuk yang tadinya memakan waktu setengah hari dapat delesai dalam waktu 5 menit.

Asmawi berharap, dalam bertransaksi distributor lebih memilih untuk menjadi nasbah BRI karena dapat memudahkan transaksi.