HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Aceh Kehilangan 61 ribu Ton Pasokan Pupuk, Gubernur Diminta Atasi Kelangkaan

22 Juli 2008 Untuk tahun 2008 ternyata Nanggroe Aceh Darussalam kehilangan pasokan pupuk mencapai 61 ribu ton, Kamis (17/7) yang mengakibatkan terjadinya kelangkaan pada masa musim tanam petani.

Mengingat tidak terpenuhinya kebutuhan subsidi pupuk sampai 68 persen, Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Irwandi Yusuf diminta segera mengambil tindakan untuk mengatasi kelangkaan itu. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Bireuen Bustami Hamid kepada Waspada diruang kerjanya, terkait nasib petani yang kesulitan dengan kelangkaan pupuk.

Bustami mengatakan langkah yang harus dilakukan Gubernur adalah segera mengusulkan kembali pada Menteri Pertanian tentang SK untuk angka target kebutuhan subsidi pupuk Aceh.

Karena informasi dari pihak PT. Pusri menerangkan sesuai SK menteri Pertanian jatah pupuk untuk Aceh untuk tahun 2008 hanya dipasokan subsidi sebesar 51 ribu ton lebih. Padahal target kebutuhan pupuk untuk Aceh tahun 2008 mencapai 112 ribu ton, tegas Bustami, maka otomatis Aceh kehilangan pasokan sebesar 61 ribu ton yang tidak terpenuhi.

"Kalau dipresentasekan Aceh cuma dapat subsidi pupuk 42 persen dan kehilangan 58 persen. Maka dengan kondisi demikian menjadi penyebab terjadinya kelangkaan pupuk di Aceh,? tukas Bustami.

Semua keterangan informasi akurat tersebut berhasil diungkapkan Bustami setelah memanggil para distributor pupuk wilayah setempat untuk menyibak penyebab terjadinya kelangkaan pupuk. Dalam pertemuan tersebut berlangsung alot, bahkan dugaan awal distributor sebagai penyebab kelangkaan pupuk karena mempermainkan pasokan pupuk untuk raup keuntungan.

Namun sinyalemen tersebut kandas dan tidak terbukti setelah dilakukan konfirmasi dengan pihak PT. Pusri melalui Taufan pihak yang bertanggung jawab untuk pasokan pupuk wilayah NAD.

Sedangkan untuk pasokan pupuk wilayah Kabupaten Bireuen untuk 2008 sesuai SK Gubernur mendapatkan jatah 4368 ton, dan hingga bulan Juni 2008 yang sudah direalisasikan oleh PT. Pusri baru 2103 ton atau 48 persen.

Bustami mengaku sangat menyangsikan jumlah realisasi tersebut sampai harus melakukan pemanggilan tiga distributor pupuk Bireuen yaitu Tabah Mandiri, Jasa Kawan dan Mitra Jasa Bersama. Karena untuk pasokan pupuk pada bulan Juli jatahnya 270 ton tapi baru disalurkan 110 ton.

Sementara sisanya sebanyak 160 ton lagi akan menyusul pasokannya dalam minggu ini. Bahkan kepada pihak Dinas Pertanian selaku instansi terkait juga diminta untuk mengawasi masuknya pasokan pupuk susulan yang akan diterima oleh distributor.

Bustami kembali mengharapkan Gubernur segera mengusulkan penambahan jumlah pasokan pupuk kepada menteri pertanian agar dapat mengatasi soal kelangkaan pupuk.

Apalagi memasuki masa musim tanam kali ini, papar Bustami, sangat menghambat para petani bila kesulitan pasokan pupuk tidak tersedia dengan cukup.