HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

21 BUMN Sumsel Bentuk Perkumpulan

23 Juni 2010 Dalam rangka meningkatkan kinerja dan memperkuat peran serta terhadap lingkungan, sejumlah BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang berdomisili di Sumsel, baik perbankan, perusahaan asuransi, manufaktur dan lainnya telah membentuk forum khusus komunikasi.

Palembang, RP
– Direksi SDM dan Umum PT Pupuk Sriwidjaja Djafarudin Lexy S kemarin (22/6) di graha Pupuk Sriwijaya mengatakan, pembentukan forum komunikasi ini bertujuan mengajak sinergi antar BUMN.

Ia menambahkan adanya forum ini diharapkan bias memberi informasi kepada masyarakat luas mengenai BUMN serta kegiatan sosial yang telah dilakukan selama ini. “Dulu ada wadah serupa, namanya Forum Komunikasi Humas (antar BUMN),” terangnya.

Hasil pertemuan tersebut berhasil menelurkan formatur awal atau cikal bakal terbentuknya Forum Komunikasi BUMN Se-Sumsel. Posisi ketua ditempati oleh PT Pupuk Sriwidjaja. Wakil Ketua I PT Tambang Batubara, Bukit Asam Tbk serta Wakil Ketua 2 PT Semen Baturaja (Persero).

Menurut Lexy, formatur kepengurusan awal forum tersebut merupakan hasil rapat perdana resmi antar BUMN Sumsel. Sementara untuk Struktur kepengurusan lengkap akan dilakukan dalam rapat lanjutan satu atau dua hari ke depan.

Setelah kepengurusan lengkap, forum ini akan terdiri dari 21 perusahaan BUMN di Sumsel dari berbagai sektor, seperti perbankan, perusahaan asuransi, maskapai penerbangan, pelabuhan dan lainnya. Setiap perusahaan akan mmiliki posisi masing-masing. Organisasi itu akan diresmikan langsung oleh Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar pada tanggal 25 Juli di Hotel Horison.

Sumsel seniri mmiliki beberapa BUMN bidang manufacturing, antara lain PT Pusri, PT Bukit Asam (Tbk), PT Semen Baturaja (persero), PT PN VII. Lalu, bidang usaha asuransi antara lain Jiwasraya, Jasa Raharja, Jamsostek, Perbankan yakni Bank Mandiri, BNI, Bank BRI, dan BUMN maskapai ialah Garuda Indonesia.

Terpisah, regional manajer PT Asuransi Jiwasraya Regional Office Palembang H. Sarifudin, S.Ag menyambut baik pembentukan forum dan memandang hal ini sebagai kewajiban.

Apalagi kata dia hal tersebut merupakan perwujudan keinginan meneg BUMN yang mengharapkan adanya sinergi antar BUMN. “Kerjasama akan bias berjalan karena adanya bentuk silaturrahmi dan organisasi yang akan bisa memecahkan masalah serta mencari solusi dengan bersinergi,” jelasnya.

Pernyataan serupa diungkapkan Deputy Regional Director Bank Mandiri Kanwil 02 Palmbang Edwin Dwijajanto. Hubungan dengan sesame BUMN saat ini belum intens, maka forum ini diharapkan akan menjadi wadah bersama terutama yang terkait bidang pekerjaan. (dav).