HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

2010, Produktivitas Pabrik 1B Normal

23 Januari 2009 Laba Pusri Turun 40 Persen.
Rencana revitalisasi tiga pabrik PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri), pabrik II, III dan IV bakal disempurnakan dengan melakukan perbaikan peralatan pabrik 1B pada 2010. Perbaikan dilakukan secara total, karena produktivitas pabrik termuda ini terus menurun.

?Kami rencakan pada 2010. Namun hanya perbaikan, bukan revitalisasi. Karena pabrik 1B ini masih baru, dibangun pada 1990,? ungkap Direktur Utama PT Pusri Dadang Heru Kodri, kepada para wartawan, kemarin.

Bila dibanding dengan tiga pabrik Pusri lainnya, lanjut Dadang, produksi pabrik 1B tidak maksimal. Seperti pada tahun lalu, operasional hanya mencapai 297 hari, atau mengalami down time yang begitu besar. ?Kalau tidak segera diperbaiki, produksi di pabrik ini bakal terus merosot,? tuturnya.

Sebagai tahap awal, pada tahun ini, Pusri akan melakukan pergantian beberapa peralatan. Termasuk juga pabrik II, III dan IV. Seperti reformer (mesin pemanas), mesin turbine serta kompresor, yang berfungsi untuk menaikan tekanan. ?Sehingga dengan alat baru ini, operasional akan lebih optimal,? ujarnya.

Lebih lanjut Dadang mengatakan, untuk perbaikan, pihaknya menyiapkan anggaran sekitar Rp240 miliar. ?Jika operasional sudah kembali normal, khusus pabrik 1B saja, akan mampu memproduksi urea hingga 570 ribu ton per tahun,? tukasnya.

Nah, terkait dengan tidak maksimalnya produksi pada tahun lalu, Dadang menerangkan, tidak berpengaruh keuntungan. Walaupun pada 2008, diperkirakan laba pabrik pupuk terbesar di Nusantara mengalami penurunan sekitar 40 persen. Atau memperoleh pendapatan sekitar Rp300-Rp400 miliar, turun dibanding 2007 yang mencapai Rp700 miliar.

?Pencapaian laba 2008, bukan karena tidak optimalnya produksi. Namun disebabkan penurunan alokasi pupuk subsidi secara nasional. Namun kami masih menunggu jumlah pendapatan konkritnya, yang saat ini sedang diudit BPK,? tandasnya.

Selain itu, jelas Dadang, penurunan pendapatan juga dipengaruh perubahan sistem pendistribusian pupuk (rayon). Mulai tahun lalu, sebagian wilayah pemasaran Jawa yang biasanya di handle Pusri diambil alih Pupuk Kaltim. ?Berkurangnya rayon membuat Pusri kehilangan pendapatan ratusan miliar. Ditambah lagi Pusri tidak lagi mengekspor pupuk ke luar negeri,? pungkasnya.