HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

2008, Produksi urea 5,81 juta ton

12 Pebruari 2008 Produksi pupuk urea oleh lima BUMN pupuk di dalam negeri diproyeksikan mencapai sekitar 5,99 juta ton, atau naik dibandingkan realisasi produksi tahun lalu sebesar 5,81 juta ton.

"RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) produksi (pupuk urea) tahun 2008 sebesar 5,99 juta ton, naik dibandingkan produksi 2007 sebesar 5,81 juta ton," kata Direktur Pemasaran PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) selaku induk BUMN pupuk, Bowo Kuntohadi, di Jakarta, Jumat (8/2).

Menurutnya, Produksi tersebut akan digunakan untuk memasok pupuk urea bersubsidi dan pupuk urea non subsidi untuk industri dan perkebunan besar. Sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 76/Permentan/O.T.140/12/2007 tertanggal 28 Desember 2007, total pupuk bersubsidi yang harus dipasok lima BUMN mencapai 4,3 juta ton.

PT Pusri mendapat kewajiban pasokan pupuk urea bersubsidi 1.135.717 ton, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) 1.867.213 ton, PT Pupuk Kujang 932.288 ton, PT Petrokimia Gresik 321.000 ton dan PT Pupuk Iskandar Muda sejumlah 52.782 ton.

Alokasinya untuk tanaman pangan (2,73 juta ton), hortikultura (287.109 ton), perkebunan (926.681 ton), peternakan (12.403 ton), dan perikanan (143.807 ton). Bowo memperkirakan total permintaan urea pada 2008 di dalam negeri baik pupuk urea bersubsidi maupun nonsubsidi mencapai 5.848.637 ton.

Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Petrokimia Gresik (Petrogres) Bambang Tjahjono mengatakan RKAP produksi pupuk non urea untuk ZA sebesar 660 ribu ton, SP-36 700 ribu ton, NPK Phonska 800 ribu ton. "Untuk memenuhi tugas pemerintah memasok ZA bersubsidi sebanyak 700 ribu ton perlu impor 40 ribu ton," ujarnya.

Demikian pula dengan SP-36. Dari penugasan pemerintah cq Mentan untuk memasok SP-36 bersubsidi sebanyak 800 ribu ton, maka Petrogres harus mengimpor sebesar 100 ribu ton. "Untuk pupuk NPK, kami bisa memenuhi penugasan pemerintah kepada Petrogres guna memasok NPK sebesar 800 ribu ton dari produksi sendiri," katanya.

Selain Petrogres, pemerintah juga menugaskan PKT dan Pupuk Kujang memasok pupuk NPK bersubsidi masing-masing sebesar 50 ribu ton. Lebih jauh Bambang mengatakan Petrogres juga memproduksi pupuk kimia non subsidi yaitu KCL dengan target produksi dan penjualan sebesar 75 ribu ton.