HALO PUSRI 0800-12-000-11
Press Release

Pusri Jamin Stok Pupuk Aman

20 Nopember 2007 PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) mengalokasikan 20.000 ton pupuk urea setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan petani di beberapa wilayah Sumsel. Supervisor Penjualan dan Pengadaan PT Pusri Sadikin menyatakan, penyediaan pupuk urea di Sumsel selalu terpenuhi.

Mengenai kelangkaan pupuk di Pangkalan Balai Kab Banyuasin dan Kota Prabumulih, dia menegaskan tidak pernah terjadi. ?Tidak benar telah terjadi kelangkaan pupuk.Sebab, kita selalu menyalurkan sesuai jadwal. Kalaupun terjadi kelangkaan bukan disebabkan persediaan terbatas, melainkan terkendala transportasi, karena tongkang pengangkut pupuk datangnya seminggu sekali,? jelasnya. Sadikin menegaskan,untuk membuktikan kebenaran kelangkaan pupuk pihaknya sudah melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

Dia menambahkan, pengiriman pupuk urea terus dilakukan secara rutin setiap Selasa dan Kamis kepada sekitar 75 distributor di wilayah Sumsel dan Bangka Belitung. Dia menambahkan, kelangkaan bisa saja disebabkan pengurangan alokasi pupuk di Sumsel berdasarkan kebijakan Menteri Pertanian (Mentan) pada Oktober lalu. Dia mengungkapkan, hingga pertengahan November ini penyaluran pupuk oleh Pusri sudah mencapai 130.000 ton, sehingga masih tersisa 5.000 ton. ?Melihat penyerapan pupuk yang tinggi tahun ini,Pusri juga berupaya melakukan penambahan alokasi lagi sebanyak 36.000 ton yang telah diajukan tanggal 9 November lalu ke Mentan,? paparnya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Penyalur Pengecer dan Pengangkut PT Pusri Rudi Apriadi mengatakan,masalah tersendatnya pupuk urea selalu terjadi setiap tahun. Dia menjelaskan, biasanya kelangkaan pupuk terjadi pada saat puncak musim tanam antara November hingga Januari. Dia menilai, tingginya permintaan membuat stok menjadi terbatas karena permintaan pupuk meningkat drastis. ?Jadi tidak benar ada kelangkaan, melainkan tingginya permintaan pupuk pada saat bersamaan musim tanam. Sehingga, wajar saja terjadi setiap tahun,? paparnya.

Rudi menambahkan, justru sebaliknya alokasi pupuk yang diberikan pada tingkat pengecer langsung habis saat dilepas di pasaran. Dia menilai,masyarakat mengartikan keberadaan pupuk sulit ditemui dan terjadi kelangkaan. ?Padahal pendistribusian terus kita lakukan setiap hari kecuali hari libur,? jelasnya, meyakinkan. Dia menjelaskan, pendistribusian pupuk urea yang meliputi Kab Banyuasin dan Kota Palembang rata-rata 5.000?7.000 ton per tahun. ?Hanya saja, pendistribusian bergantung pada skala prioritas. Seharusnya, pengiriman ke daerah basis pangan seperti kawasan perairan dan pasang surut harus lebih diutamakan,? jelasnya.

?Mengingat kebutuhan pangan yang tidak bisa ditunda. Sebaliknya, untuk pendistribusian ke perkebunan menjadi skala prioritas berikutnya,?paparnya.