HALO PUSRI 0800-12-000-11
Press Release

KM PUSRI INDONESIA-I Siap Berlayar Perdana 9000 Ton

21 Juni 2014

PALEMBANG – KM PUSRI INDONESIA-I resmi berlayar perdana hari ini dengan muatan 9000 ton urea (19/6). Kapal jenis Self Propelled Urea Barge (SPUB) ini dilepas keberangkatannya oleh Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Arifin Tasrif, didampingi Komisaris Utama PT Pusri Palembang Letjen TNI (Purn) Burhanudin Amin dan Direktur Utama PT Pusri Palembang Musthofa. Peresmian kapal ini juga dihadiri oleh Direktur Utama anak perusahaan Holding Pupuk seperti PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Kaltim, PT Pupuk Iskandar Muda, serta PT Pupuk Indonesia Logistik. Turut hadir Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Palembang dan Danlanal Palembang.

 

KM PUSRI INDONESIA-I akan berlayar menuju Pelabuhan PT Sentana Adidaya Pratama di Pelintung-Dumai. Dibawah pimpinan Kapten Ketut Gede Harsana, KM PUSRI INDONESIA-I membawa urea curah sebanyak 9000 Ton, dengan waktu tempuh +/- 2 hari.

 

Pembangunan KM PUSRI INDONESIA-I telah dimulai sejak tanggal 22 Desember 2013 oleh PT Anggrek Hitam, sebuah anak perusahaan Holding Pte.ltd (Singapura) yang berlokasi di Batam. Proses pembuatan kapal dikerjakan dalam waktu +/- 16 bulan. Kapal ini memiliki kapasitas desain sampai dengan 11.000 Ton pada draf air laut setinggi 5,5 m. Spesifikasi umum KM PUSRI INDONESIA-I adalah sebagai berikut:

Panjang keseluruhan

:

Max. 134,0 m

 

Panjang di antara garis tegak

:

Abt. 129,1 m

Lebar

:

Abt. 26,6 m

Tinggi (tanpa kulit)

:

Abt. 11,0 m

Draft (air)

:

Max. 4,2 m

Payload pada draft air

:

8.500 Ton

Draft (air laut)

:

Max. 5,5 m

Payload pada draft air laut

:

11.000 Ton

 

Selain dikarenakan usia kapal milik yang ada saat ini sudah relatif tua, pembuatan kapal PUSRI INDONESIA-I, juga dilatarbelakangi oleh pendangkalan Sungai Musi. Kondisi ini mengakibatkan pengapalan tidak optimal. Seharusnya kapal milik dapat mengangkut 8.500 ton, namun hanya dapat mengangkut rata-rata sebesar 6.500 ton. Hal ini mengakibatkan tingginya cost per ton angkutan kapal milik. Kapal SPUB sendiri dirancang dengan desain yang dapat mengakomodir draf air sungai yang rendah dan mampu mendistribusikan muatan urea curah dengan kapasitas yang lebih besar.

 

PT Anggrek Hitam ditunjuk sebagai Kontraktor/ Galangan pemenang proyek pembangunan Kapal SPUB usai melalui proses lelang Pengadaan Jasa Kontraktor/ Galangan Engineering, Procurement, Construction and Delivery 1 (satu) Unit Kapal SPUB. Penandatanganan Kontrak antara PUSRI dan PT Anggrek Hitam pun dilakukan pada tanggal 10 Desember 2012 lalu. Pada tahap awal proses pembangunan kapal, telah dilakukan uji kalkulasi desain kapal bekerjasama dengan LPPM Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya. Tes yang dilakukan antara lain, First Cutting pada tanggal 28 Januari 2013danhydrodynamic/towing test di Laboratorium Hydrodinamika Jurusan Teknik Perkapalan pada tanggal 31 Januari 2013. Keel Laying (Peletakan Lunas) yang ditetapkan menjadi tanggal resmi berdirinya KM PUSRI INDONESIA-I, telah dilakukan pada tanggal 22 Maret 2013. Seremoni launching kapal (meluncurkan kapal dari darat ke laut) telah dilaksanakan pada tanggal 17 April 2014 lalu di Batam.

 

Dengan lahir dan beroperasinya KM PUSRI INDONESIA I, diharapkan menjadi salah satu pemecahan masalah dalam mengantisipasi peningkatan produksi, masalah shipping-out, serta menjamin kelancaran distribusi pupuk dengan efektif dan efisien, sehingga dapat bersaing, captive market Pusri dapat dipertahankan.

 

 

Palembang, 19 Juni 2014

Humas Pusri