HALO PUSRI 0800-12-000-11
Mass Media

Sistem Membaik, Penyaluran Urea Subsidi Pusri di Lampung Capai 100 Persen

January 02 ,2019

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Penebusan dan penyaluran pupuk Urea subsidi PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) selama 2018 di Lampung mencapai 100%. Selama 2018, Pusri menyalurkan Urea di Lampung sebanyak 273.415 ton.



Menurut Area Manager Penjualan PT Pusri PSO Lampung, Jambak, perbaikan kinerja itu diharapkan berlanjut di 2019. "Penebusan Urea bersubsidi di semua kabupaten dan kota se-Lampung mencapai 100%. Capaian ini menunjukkan sistem penebusan pupuk di Lampung berjalan sesuai perencanaan," kata Jambak kepada Lampungpro.com, di Bandar Lampung, Rabu (2/1/2019).



Semula, di awal 2018 jatah Urea Lampung yakni 257.790 ton. Membaiknya kinerja penebusan pupuk di seluruh Lampung, membuat Kementerian Pertanian menaikannya menjadi 273.415 ton. "Membaiknya penyaluran pupuk bersubsidi ditopang oleh kebijakan pemerintah daerah terutama Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung dan seluruh dinas pertanian kabupaten/kota se-Lampung," kata Jambak.



Oleh karena itu, meskipun di 2019 Lampung mendapatkan alokasi Urea 258.377 ton, pihaknya yakin alokasi itu bertambah. Hal itu merujuk pada kebijakan Kementerian Pertanian menjelang akhir 2018 yang menambah alokasi Urea ke Lampung menjadi 273.415 ton. Optimistis itu didukung penyaluran pupuk PT Petrokimia Gresik di Lampung selama selama 2018 mencapai 99,4%.



Saat ini, pupuk Urea subsidi Pusri tersebar di 12 yakni Gudang Pupuk Pusri (GPP). Stok itu berada di Srengsem, Padimas, Bandarjaya, Seputih Banyak, Way Jepara, Pringsewu, Tanggamus, Pesawaran, Kalibalangan, Sekincau, Tegineneng, dan Tulangbawang. Urea ini ditebus petani yang terdaftar di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp1.800/kg. (PRO1)


Penebusan Urea Subsidi Lampung 2018

  1. Lampung Selatan (41.197 ton)

  2. Pesawaran (12.621 ton)

  3. Lampung Tengah (59.427 ton)

  4. Lampung Timur (51.436 ton)

  5. Tanggamus (14.428 ton)

  6. Pringsewu (8.750 ton)

  7. Lampung Barat (10.767 ton)

  8. Pesisir Barat (3.573 ton)

  9. Metro (1.607 ton)

  10. Bandar Lampung (484 ton)

  11. Tulangbawang (14.933 ton)

  12. Tulangbawang Barat (6.844 ton)

  13. Mesuji (13.357 ton)

  14. Lampung Utara (18.905 ton)

  15. Way Kanan (15.046 ton)