HALO PUSRI 0800-12-000-11
Mass Media

Pusri Kembangkan Tanaman Bambu Di Bantaran Sungai Musi

December 12 ,2013 Palembang (ANTARA Sumsel) - PT Pupuk Sriwidjaja Palembang hingga kini terus meningkatkan dan memperluas jangkauan program pembinaan sosial dan kepedulian lingkungan sekitar (CSR), bahkan dalam setahun terakhir mulai mengembangkan tanaman penghijauan di antaranya bambu petung (bambuseae) di Bantaran Sungai Musi. 

"Penanaman bambu ini merupakan partisipasi PT Pusri untuk melestarikan Sungai Musi dari ancaman kerusakan atau pendangkalan akibat erosi dan abrasi," kata Direktur Utama PT Pusri Musthofa setelah melakukan penanaman bambu di Bantaran Sungai Musi,  kawasan Dusun II Balai Makmur, Desa Merah Mata, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Rabu. 

Penanaman bambu petung sebanyak 500 batang dan tanaman penghijauan lainnya di kawasan itu selain pengembangan ekologi juga upaya memberdayakan masyarakat yang nantinya bisa memanfaatkan tanaman tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan. 

Dalam filosofi bambu yang dekat dengan masyarakat Indonesia sejak jaman penjajahan, kata Musthofa, digunakan sebagai senjata perjuangan (bambu runcing---red) melawan penjajah, namun manfaat lain juga amat digunakan sebagai bahan baku berbagai produk kerajinan, sehingga tanaman bambu ini menjadi salah satu program utama CSR PT Pusri Palembang. 

Sedangkan untuk jangka panjang manfaat penanaman bambu tersebut karena kemampuan akarnya untuk mengikat tanah dan meningkatkan debit air Sungai Musi yang menjadi urat nadi perekonomian Sumatera Selatan. 

"Saat ini bantaran daerah alirang sungai (Das) Musi sudah banyak yang terkikis, karenanya sungai tersebut membutuhkan penghijauan secara terus menerus. PT Pusri pun akan berupaya melakukan penanam bambu hingga satu juta batang," ujarnya. 

PT Pusri pada 2013 mengalokasikan dana untuk pengadaan bibit bambu yang didatangkan dari luar daerah ini senilai Rp100 juta. Namun saat ini penanaman baru dilakukan secara bertahap atau tiga bulan sekali, sebab perusahaan tersebut kesulitan untuk mendapatkan bibit bambu. 

"Bibit bambu petung itu harus dipesan dulu dari luar daerah. Itupun butuh waktu karena menunggu proses pembibitaan," kata Musthofa yang didampingi para direksi PT Pusri tersebut. 

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Pusri Zein Ismet mengatakan, PT Pusri memprioritaskan tanaman penghijauan bambu petung di bantaran Sungai Musi karena dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi pendangkalan di beberapa titik di bagian hulu dan hilir. 

"Dari informasi yang kita dapat sedikitnya ada 14 titik pendangkalan Sungai Musi, sehingga dikhawatirkan ke depan kelestarian lingkungan sungai akan mengganggu jalur transportasi angkutan sungai. Mengacu dari itu PT Pusri secara bertahap meningkatkan kepedulian ekologi terhadap kelangsungan kelestarian sungai," katanya. (I016).