HALO PUSRI 0800-12-000-11
Mass Media

Pabrik Baru Pusri Mulai Berproduksi Akhir 2015

January 14 ,2015 TEMPO.CO, Palembang - Pabrik baru milik PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang bakal beroperasi pada tahun ini. Corporate Secretary PT Pusri Palembang Zain Ismed mengatakan pembangunan pabrik senilai Rp 7 triliun itu akan dituntaskan pada November mendatang. Jika sudah beroperasi, Pusri IIB dapat memproduksi pupuk hingga 2.000 ton amonia serta 750 ton Urea per hari.

"Pada November nanti pabrik Pusri IIB akan kami uji cobakan, sehingga produksi juga akan meningkat," kata Zain Ismed di Palembang, Selasa, 13 Januari 2015. (Baca:Diselewengkan, Harga Pupuk Bengkak Dua Kali Lipat)

Pembangunan pabrik baru hasil revitalisasi pabrik lama tersebut dimulai pada April 2013 oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan. Perkembangan pembangunan Pusri IIB terbilang sangat pesat. Zain memastikan hingga saat ini persentase pembangunan pabrik baru itu sudah di atas angka 79 persen. Dengan demikian, perseroan semakin optimistis mulai November mendatang produksi di pabrik lama bisa mulai dikurangi secara perlahan.

Proyek pembangunan pabrik ini dikerjakan oleh konsorsium PT Rekayasa Industri dan Toyo Engineering Corporation. Pendanaan proyek ini juga didukung bank lokal dan asing sebagai kreditur, yaitu BCA, BNI, BRI, Bank Mandiri, Bank BJB, Bank Sumsel Babel, dan Bank UOB Indonesia, dengan menggunakan skema pembiayaan club deal. (Baca:PT Pusri Siapkan 180 Ribu Ton Urea Bersubsidi )

Juru bicara PT Pusri Palembang, Sulfa Ganie, menambahkan, jika sudah beroperasi penuh, pabrik Pusri IIB akan menambah produksi hingga 650 ribu ton setiap tahun. Dari angka itu, perseroan akan mampu memproduksi total 2,7 juta ton pupuk. Dia memperkirakan produksi secara maksimal itu akan dimulai pada awal tahun depan.

"Dengan pabrik baru ini kami yakin produksi bertambah, sementara biaya operasinya sangat ekonomis," katanya.

Dengan beroperasinya pabrik baru tersebut, PT Pusri Palembang semakin percaya diri sebagai penyedia pupuk bersubsidi untuk petani d iwilayah pemasaran Jawa dan Sumatera. Saat ini Pusri dikenal sebagai pemasok utama pupuk subsidi bagi sembilan provinsi, meliputi Sumatera Selatan, Lampung, Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Yogyakarta, dan Jawa Tengah.

Sulfa menerangkan, keberhasilan pembangunan pabrik IIB merupakan cita-cita perseroan sejak lama mengingat pabrik yang ada saat ini merupakan pabrik lama yang dibangun pada 1974.

PARLIZA HENDRAWAN