HALO PUSRI 0800-12-000-11
Mass Media

Medan Sulit, Butuh Nyali Besar

January 29 ,2014
pic815D54047E957D1B309A60ABC37AED88.gif
Radar Kudus-PT Pusri Serahkan Bantuan ke Desa Kasiyan, Sukolilo, Pati

Pati-penyaluran bantuan dari PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Kudus di Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo Pati membutuhkan nyali yang kuat. pasalnya, medan menuju desa di perbatasan Kabupaten Kudus dan Kabupaten Pati ini sangat sulit ditempuh.

Jalan yang dinilai bisa dilewati dengan mudah, yakni jalan Pati-Purwodadi, ternyata sulit dilintasi kendaraan.Dua mobil yang membawa bantuan itu harus menerjang genangan air sekitar 50 sentimeter. Genangan itu ada diperempatan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Desa Panjunan, Kecamatan Gabus. Apalagi jalan yang genangan air yang mencapai sekitar 1,5 kilometer itu penuh dengan lubang yang dalam.

Sepanjang jalan itu ada tiga truk yang menjadi korban, yaitu dua truk terguling dan satu truk mogok ditengah jalan. Apabila tidak hati-hati kendaraan yang membawa bantuan itu ikut mogok ditengah jalan. Bahkan, bisa saja terguling. Selepas itu, jalan dari Desa Kosekan hingga menjelang Desa Kasiyan berlangsung aman. Namun disepanjang itu, jalan sudah rusak. Sejumlah lubang dalam terjadi di Kecamatan Kayen.

Begitu tiba diperbatasan Desa Kasiyan, tim Jawa Pos Radar Kudus yang dipimpin Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi, yang diikuti Pemimpin Redaksi Ahmad Kholil, Redaktur Pelaksana Risandy, Redaktur Life Style M. Ulin Nuha, serta Nova dan Saiful tidak mudah menembus tempat pengungsian. Akhirnya bantuan diturunkan disebuah jembatan dan diangkut dengan perahu karet. Sebab, jalan menuju tempat pengungsian sekitar dua kilometer terendam banjir. Akhirnya tim menaiki perahu karet tersebut hingga ke tempat pengungsian.

“Begini kondisi pengungsi. Rumah warga tergenang air. Jadi kami tinggal disini (tempat pengungsian-Red),” ujar Budi Sutrisno, kadus Pengingwangi, Desa Kasiyan, kemarin. Dia menjelaskan, pengungsi tinggal diatas jembatan yang dibawahnya aliran Sungai Juwana. Sebab, jembatan itu merupakan tempat yang tertinggi didesanya. Padahal, didesa itu ada ada tempat pengungsian. “Ada tempat pengungsian, tapi sudah tidak bisa ditempati karena tergenang banjir. Jadi kami tinggal diatas jembatan,”imbuhnya.

Warga yang tinggal dipengungsian itu ada sekitar 332 jiwa. Mereka berasal dari Dukuh Pengingwangi dan Dukuh Tempel.Dia mengaku, sangat berterimakasih atas bantuan yang diberi kan. “Bantuan ini kami terima. Bantuan ini sangat membantu warga kami yang menjadi korban banjir,” paparnya.

Suyanto, salah satu warga Desa Kasiyan menjelaskan, rumahnya telah terendam sejak Selasa lalu (21/1). “ Di dalam rumah sudah sampai seperut orang dewasa. Kalau jalan menuju rumah sudah tidak bisa dilewati,” ungkapnya. Cuaca yang cerah kemarin, menurutnya, belum memberikan dampak yang besar. Sebab, mair surut sangat sedikit. “ Baru turun sekitar 10 sentimeter saja. Jadi belum berani pulang,” imbuhnya.

Dalam penyerahan itu, Baehaqi, direktur Jawa Pos Radar Kudus mengungkapkan, bantuan itu untuk meringankan beban para pengungsi. “ Kami dari Jawa Pos Radar Kudus menyerahkan bantuan dari PT. Pusri. Semoga sangat bermanfaat,” ungkapnya.

Dia berharap, bantuan yang diberikan bisa dirasakan oleh korban bencana banjir. “Jangan dilihat berapa nilai bantuan yang diberikan, namun niat ikhlas kami untuk membantu sesama yang paling penting,” terangnya. Bantuan yang diberikan berupa mie instan, popok bayi, pakaian bayi, pakaian dalam perempuan, sarung, makanan kaleng, kecap, susu, pembalut perempuan, air mineral, biskuit, dan obat-obatan.

Sebelumnya, Minggu petang (26/2) PT. Pusri dan Jawa Pos Radar Kudus menuju ke lokasi pengungsian warga Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan. Sekitar pukul 18.20 tim sampai ke lokasi pengungsian dan langsung memberikan bantuan. Bantuan itu diterima koordinator pengungsi, Kholis. “ kami ucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan. Terima kasih PT. Pusri dan Radar Kudus,”katanya saat menerima bantuan.

Dia mengakui membutuhkan bantuan. Apalagi Desa Karangrowo berbeda dengan desa lainnya. Karena air surut di desanya dipastikan lebih lama dibanding desa lainnya. Dia bersama warga kemungkinan besar mengungsi lebih lama. Dia mengaku sudah sekitar seminggu mengungsi dari desanya yang terkena banjir. Usai memberikan bantuan di Kabupaten Kudus, romobongan langsung menuju Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara. Perjalanan ke lokasi pun cukup sulit karena jalan yang dilalui macet. Mengingat jalan alternatif Kudus-Demak terputus.

Setelah dua jam perjalanan, akhirnya rombongan tiba diposko bencana di Koramil 06 Welahan. Rombongan diterima langsung oleh Camat Welahan Rini Patmini dan Danramil 06 Welahan Kapten Arm M Jarod yang masih standby bersama anak buahnya.

Rini Patmini pun mengucapkan banyak terima kasih karena bantuan yang diberikan sangat dibutuhkan warga yang terkena banjir. “Akan kami distribusikan ke 70 titik penampungan di Kecamatan Welahan yang menjadi lokasi banjir. Kami ucapkan terima kasih kepada PT. Pusri dan Radar Kudus,” ujarnya.