HALO PUSRI 0800-12-000-11
Mass Media

Ketersediaan Pupuk Dijamin Cukup

April 19 ,2016

BOYOLALI – Produsen pupuk bersubsidi dipastikan menyediakan pupuk untuk mendukung masa tanam (MT) II. Sesuai jadwal, MT II bakal berlangsung April-September 2016. ”Produsen pupuk PT Pusri dan PT Petrokimia Gresik juga siap mengawal distribusi pupuk hingga ke tingkat petani,” kata Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Boyolali, Bambang Purwadi, melalui Kabid Sarana Prasana dan Perlindungan Tanaman, Ibnu Sutopo. Dijelaskan, pihaknya sudah menggelar rakor pupuk, beberapa hari lalu.

Rakor di Kantor Dispertanbunhut dihadiri oleh Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), distributor dan para produsen. ”Dalam rakor, produsen berjanji akan memenuhi kebutuhan pupuk pada MT II.” Menurut Ibnu, persedian pupuk di gudang lini III BGR Mojosongo Boyolali, dinilai cukup. Ketersediaan pupuk urea sebanyak 2.916 ton, ZA (381 ton), SP 36 (136 ton), Phonska (551 ton), dan Petroganik (352 ton). ”Stok berbagai jenis pupuk di gudang BGR Mojosongo itu mampu memenuhi kebutuhan pupuk hingga dua minggu ke depan,’’ katanya.

Hasil Panen

Setelah stok gudang habis, lanjut Ibnu, produsen berjanji akan langsung mengirim pupuk ke gudang tersebut. Dipastikan, ketersediaan pupuk yang tepat dengan kebutuhan saat pemupukan akan mendorong peningkatan hasil panen. ”Sebaliknya, keterlambatan seminggu saja dari jadwal pemupukan, bisa mengurangi hasil panen hingga 1 ton/ hektare,’’ tandasnya.

Dengan persedian yang cukup itu, pihaknya berharap petani di Boyolali tidak panik serta tidak melakukan pembelian pupuk dalam jumlah besar. Pasalnya, kondisi tersebut bisa mengakibatkan kelangkaan sekaligus harga pupuk akan melambung. Sementara itu, untuk mengantisipasi kuota pupuk Boyolali agar tidak keluar ke daerah lain, KP3 akan melakukan pengawasan ekstraketat.

Terutama di kawasan perbatasan dengan kabupaten lain bakal diawasi terus-menerus. ”Misalnya, di wilayah Boyolali utara, seperti wilayah Kecamatan Juwangi yang berbatasan dengan Kabupaten Grobogan. Kemudian Kecamatan Andong berbatasan dengan Kabupaten Sragen mendapat prioritas pengawasan ketat dari KP3,’’ tandasnya. (G10-76)