HALO PUSRI 0800-12-000-11
Mass Media

Jalin Kerjasama Dengan PTSB, Pusri Manfaatkan Clay Sebagai Bahan Baku Pupuk NPK

May 08 ,2019

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) dan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. Menandatangani Nota Kesepahaman kerjasama, Rabu (8/5/2019). Kedua perusahaan tersebut berkomitmen pun untuk memberikan dukungan kerjasama yang bermanfaat dan saling menguntungkan baik untuk perusahaan juga masyarakat.

Direktur Utama PT Pusri, Mulyono Prawiro menjelaskan salah satu kerjasama tersebut yakni terkait suplai bahan baku untuk masing-masing perusahaan. Dimana Pusri membutuhkan bahan baku berupa white Clay yang digunakan sebagai komponen untuk perekat pembuatan pupuk NPK. "Dan PT Semen Baturaja punya bahan baku Clay ini melimpah, untuk itulah kita bersinergi. Sebelumnya kita gunakan bahan baku Clay dari Tuban namun dengan kerjasama ini tentu saja akan lebih efisien paling tidak dari segi biaya transportasi sebab ambil dari Sumsel," ungkapnya.

Mulyono menjelaskan, Clay sendiri merupakan bahan baku yang berjenis tanah liat yang dipakai untuk melekatkan komponen NPK. Bahan baku tersebut juga baik untuk persawahan maupun perkebunan. Dengan Komposisi penggunaan Clay ini berkisar 20-30 persen dalam produk NPK.

"Kebutuhan Clay setiap tahunnya sekitar 30 ribu ton. Jumlah ini bisa meningkat tiga kali lipat kedepannya terutama saat pabrik NPK Fusion II telah selesai dibangun," ujarnya. Dari segi kualitas, Clay yang diproduksi oleh PT Semen Baturaja dinilai lebih baik, lantaran PT Semen Baturaja memiliki fasilitas pengolahan yang mumpuni.

Sementara itu, Direktur Utama PT Semen Baturaja, Jobi Triananda Hasjim mengungkapkan perusahaan berkomitmen untuk menyesuaikan kebutuhan pasokan Clay yang dibutuhkan Pusri."Kami punya tambang yang cukup luas di Baturaja, jadi selain kapur disana juga dihasilkan Clay atau tanah liat yang diolah dan siap pakai," jelasnya

Di samping memanfaatkan Clay milik PT Semen Baturaja, dua BUMN ini pun bersinergi dalam hal penggunaan Fly Ash dan Bottom Ash dari hasil pembakaran batubara dalam boiler PT Pusri. Dimana kedua bahan baku tersebut dipergunakan untuk memproduksi semen. "Kita sudah pakai dua komponen ini sejak tahun 2017 namun intensifnya baru di 2018 kemarin," tutup Jobi.(cr26)