HALO PUSRI 0800-12-000-11
Mass Media

Dirut Minta Sumbangan Karyawan

August 25 ,2015

PALEMBANG, SRIPO-Direktur Utama PT Pusri Palembang Ir H Musthofa mengajak para karyawannya untuk gotong-royong membangun Masjid Al Aqobah 7 Jl Taqwa Mata Merah Kalidoni, Senin (24/8). Diharapkan Masjid ini bisa menjadi Islamic Centre.

“Pembangunan ini inisiatif karyawan yang harus didukung. Swasembada. Saya menghimbau kepada karyawan agar dilakukan penggalangan dana,” seru Musthofa.

Bahkan Musthofa berharap agar nantinya masjid ini tidak hanya sebatas untuk orang salat saja, melaikan juga bisa dijadikan semacam Islamic Centre. “Yang Paling bagus juga dibangun itu (Islamic Centre). Harus ada kegiatan semacam madrasah, pengajian menjelaskan kajian Alquran dan hadits. Kalau baca saja nggak tau isinya. Itukan pedoman hidup,” kata Musthofa.

Masjid yang mulai dibangun sejak 2013 ini akan dibangun di atas tanah sekitar 1.500 meter persegi. Pada tanah tersebut direncanakan akan dibangun masjid dua lantai dengan luas bangunan lantai bawah 320 m2 dan lantai atas 286 m2.

“Tadi panitia bilang masih kurang Rp 2,4 Miliar. Mudah-mudahan lancar dan bisa dipasang. Saya ingat waktu pembangunan masjid di salah satu masjid. Tapi itu momentnya pas karyawan habis nerima insentif. Kalau semuanya menyumbang selesai semua. Saya pikir untuk di sini kalau karyawannya mau bisa menyumbang 10 persen dari gaji pokok.

Yang kedua CSR dari Pusri. Dari nawaitu. Dengan penuh keikhlasan agar Jariyah ini dibalas Allah. Mudah-mudahan diberi jalan,” kata Musthofa.

Ketua panitia pembangunan masjid Yusman Arullah mengatakan pembangunan untuk total biaya Rp 3,4 M. Sedangkan masih kurang sekitar Rp 2,4 M. “tadi Pak Dirut bilang, Insha Allah di saat nanti perusahaan ada untung pembagian insentif. Dipotong sesuai kerelaan. Dana bukan perusahaan tapi sukarela karyawan. Yang lainnya memang proposal sudah masuk. Seperti di Al Aqobah 1 yang masih bisa dipakai. Kita berharap dari swadaya dan karyawan. Kita pahami Pusri lagi membangun Pusri IIB fokus perusahaan ke arah produktif,” kata Yusman. (fiz)

Sriwijaya Post